Sejarah Dari Nama Jurus Rasengan yang Diciptakan Oleh Minato Namikaze
- Shueisha/Masashi Kishimoto
Gadget – Manga one-shot yang berjudul NARUTO - Naruto Gaiden: Angin Puyuh di Pusaran Air memang mengungkap banyak hal mengenai Minato.
Salah satunya adalah asal-usul penamaan jurus khasnya, Rasengan, yang kemudian diwariskan kepada Naruto.
Bagaimana Minato pertama kali menamai Rasengan?
1. Inspirasi dari Bijuu-dama
Bijuu-dama
- Crunchyroll/Naruto Shippuden
Dalam manga ini, kita menemukan bahwa Minato telah melihat Bijuu-dama, bola energi khas dari Bijuu, di medan perang.
Namun, yang menarik adalah bahwa bukan Kurama yang pertama kali dilihat oleh Minato, melainkan Son Goku dan Kokuo.
Minato tergerak untuk menciptakan teknik baru yang terinspirasi dari Bijuu-dama.
Meskipun mengalami kesulitan dalam menyempurnakan teknik tersebut, dia terinspirasi oleh konsep unyeng-unyeng atau pusaran dengan dua pusaran kepalanya, serta es krim Jiraiya yang terdiri dari dua potong, yang kemudian memicu pemikiran Minato tentang penggunaan dua jalur rotasi chakra dalam menyempurnakan jurus barunya.
2. Nama Awal: "Kourin Reika Hakkitsu Mujijiraiya Soushikinogan"
Kourin Reika Hakkitsu Mujijiraiya Soushikinogan
- Shueisha/Masashi Kishimoto
Meskipun Minato dikenal sebagai shinobi yang kuat dan berbakat, namun tidak demikian dengan kemampuannya dalam menamai jurus.
Awalnya, Minato menamai teknik ini dengan nama yang panjang dan terlalu rumit, yaitu "Kourin Reika Hakkitsu Muji-Jiraiya Soushikinogan", yang jika diterjemahkan secara harfiah ke dalam bahasa Indonesia berarti "Bola cincin cahaya camilan beku (es krim) resolusi dari formula ganda pusar kepala Jiraiya".
Meskipun bentuknya memang menyerupai bola pusaran dengan cahaya di sekitarnya, inspirasi dari pusaran kepalanya yang berjumlah dua dan es krim Jiraiya yang juga berjumlah dua potong, namun namanya terlalu rumit dan khas Minato.
3. Revisi Nama menjadi "Rasengan" oleh Kushina berdasarkan pelajaran dari Mito tentang spiral dan cinta
Minato di Manga One Shot Naruto Gaiden
- Shueisha/Masashi Kishimoto
Mito Uzumaki, yang sebelumnya adalah Jinchuriki Kurama sebelum Kushina, selalu mengajarkan pada Kushina bahwa menjadi Jinchuriki adalah tentang terperangkap dalam sebuah "pusaran" dan menemukan "cinta" di dalamnya.
Mito menggunakan metafora tangga Rasen (spiral), objek tiga dimensi yang berubah bentuknya, untuk menggambarkan bahwa di ujung spiral itu terdapat "cinta".
Dalam momen tertentu, Mito meromantisasi "cintanya" kepada Hashirama, yang membuatnya dapat melihat patung Hashirama di ujung tangga Rasen.