Mengapa Naruto Sudah Jarang Memakai Teknik Bela Diri Katak Lagi? Berikut Teori nya
- Crunchyroll/Naruto Shippuden
Gadget – Naruto Uzumaki, sosok yang penuh dengan kekuatan yang luar biasa, telah memperlihatkan berbagai macam teknik yang unik dalam menghadapi musuh-musuhnya.
Namun, di antara semua kekuatannya, ada satu yang cukup kuat namun jarang digunakan olehnya, yaitu bela diri katak. Mengapa hal ini terjadi? Mari kita telusuri lebih dalam.
1. Asal Usul Bela Diri Katak dan Keterkaitannya dengan Senjutsu Myoboku
Asal usul Bela Diri Katak
- Crunchyroll/Naruto Shippuden
Bela diri katak berasal dari gunung Myoboku, sebuah tempat yang menjadi rumah bagi para katak bijak.
Teknik ini merupakan bagian dari seni bela diri taijutsu yang diajarkan di sana, khusus bagi mereka yang telah menguasai Senjutsu Katak.
Ketika seseorang mempelajari Senjutsu Myoboku dan memasuki Mode Sage, mereka mampu menyatukan chakra alam dalam gerakan bela diri katak mereka.
Dalam praktiknya, serangan fisik yang dilancarkan dengan bantuan chakra alam ini dapat memiliki jangkauan yang lebih luas, sulit dilihat oleh mata telanjang, namun tetap memengaruhi lawan karena efek chakra alam yang mengitarinya.
2. Jarangnya Penggunaan Bela Diri Katak dalam Perjalanan Naruto
Naruto Vs Pain
- Crunchyroll/Naruto Shippuden
Meskipun Naruto telah memperlihatkan kehebatan bela diri katak, teknik ini seolah terlupakan dalam perkembangan cerita Naruto.
Hal ini mungkin disebabkan oleh munculnya kekuatan-kekuatan baru yang dimiliki Naruto, seperti mode chakra Kurama atau kekuatan Rikudou yang diperoleh dari Hagoromo.
Setelah pertarungan melawan Pain, Naruto mulai menggunakan lebih sedikit teknik Senjutsu dan bela diri katak.
Kekuatan baru yang diperolehnya kemungkinan membuatnya lebih bergantung pada teknik-teknik lain yang lebih sesuai dengan perjalanan dan tantangan yang dihadapinya.
3. Efektivitas Bela Diri Katak dalam Pertempuran yang Semakin Intens
Madara Uchiha
- Crunchyroll/Naruto Shippuden
Selain karena Naruto memperoleh kekuatan baru, ada kemungkinan bahwa bela diri katak tidak lagi efektif dalam menghadapi musuh-musuhnya yang semakin kuat.
Lawan-lawan seperti Obito dan Madara, yang pada akhirnya menjadi Jinchuriki Juubi, tidak hanya bisa diserang dengan taijutsu biasa dan Senjutsu.
Mereka juga memiliki pemahaman yang mendalam akan Rikudou Senjutsu, memungkinkan mereka untuk melihat dan mengantisipasi serangan dengan chakra alam, sehingga mengurangi efektivitas dari bela diri katak.