Dari Kreator FMA! Anime Baru ‘Daemons of the Shadow Realm’ Tayang April 2026-Ini Bocorannya

Dari Kreator FMA! Anime Baru ‘Daemons of the Shadow Realm’ Tayang April 2026-Ini Bocorannya
Sumber :
  • crunchyroll

Gadget – Setelah sukses menciptakan legenda Fullmetal Alchemist yang diakui sebagai salah satu manga terbaik sepanjang masa, Hiromu Arakawa kembali dengan proyek ambisius terbarunya: Daemons of the Shadow Realm. Karya yang awalnya dirilis sebagai serial manga pada 2021 ini kini resmi diadaptasi ke anime dan dijadwalkan tayang perdana pada April 2026 tepat di musim semi, saat industri anime sedang panas-panasnya.

Anime Filosofis 2026 yang Bikin Mikir Mendalam, Ternyata Seru Buat Belajar Hidup

Yang membuatnya semakin menarik? Anime ini diproduksi oleh Studio BONES, rumah animasi yang sama yang menghidupkan Fullmetal Alchemist: Brotherhood dan My Hero Academia. Kolaborasi kembali antara Arakawa dan BONES bukan hanya sekadar nostalgia tapi sebuah sinyal kuat bahwa Daemons of the Shadow Realm berpotensi menjadi fenomena global berikutnya.

Dengan lebih dari 4,5 juta kopi terjual di Jepang dan latar cerita yang benar-benar berbeda dari alkimia, logam, dan filosofi pertukaran setara, anime ini menawarkan dunia supernatural segar yang menggabungkan mitos, identitas kembar, dan pertarungan untuk menyelamatkan realitas itu sendiri.

10 Keluarga Paling Kuat dan Berpengaruh dalam Anime!

Sinopsis: Dunia di Mana Manusia Memerintah Daemon

Daemons of the Shadow Realm membawa penonton ke alam alternatif di mana manusia tertentu memiliki hak lahir untuk mengendalikan entitas supernatural perkasa yang disebut “Daemon”. Istilah ini bukan sekadar gelar melainkan warisan kosmik yang lahir dari anak-anak yang memisahkan siang dan malam.

Anime ‘The Beginning After The End’ Siap Tayang 2025

Di pusat kisah ini adalah si kembar Yuru dan Asa, yang sejak kecil dipisahkan oleh takdir. Mereka tumbuh tanpa mengetahui identitas sejati mereka sebagai pewaris kekuatan kuno yang mampu mengatur keseimbangan antara terang dan gelap.

Ketika ancaman misterius mulai menggerogoti batas antara dunia manusia dan alam bayangan, Yuru dan Asa harus menemukan jalan kembali bersama, mengklaim hak lahir mereka, dan mencegah kehancuran total realitas. Namun, persatuan mereka bukan hal mudah terutama ketika masing-masing telah membentuk keyakinan, aliansi, dan bahkan musuh yang berbeda.

Mengapa Ini Bukan Fullmetal Alchemist 2.0?

Meski sama-sama karya Arakawa, Daemons of the Shadow Realm sengaja dibuat berbeda dari gaya Fullmetal Alchemist. Kalau FMA berakar pada sains, filsafat, dan konsekuensi moral, maka seri baru ini lebih mengeksplorasi mitologi, dualitas, dan konflik identitas.

Arakawa sendiri menyatakan dalam wawancara bahwa ia ingin menciptakan dunia superhero yang tidak bergantung pada kekuatan individu semata, melainkan pada keseimbangan antara dua kekuatan yang saling melengkapi diwujudkan melalui hubungan Yuru dan Asa.

Visualisasinya juga lebih gelap, mistis, dan penuh simbolisme, mencerminkan pertarungan abadi antara terang dan bayangan bukan sebagai lawan, tapi sebagai bagian tak terpisahkan dari satu kesatuan.

Studio BONES: Pilihan Sempurna untuk Menghidupkan Dunia Arakawa

Tidak ada studio yang lebih memahami visi Hiromu Arakawa selain Studio BONES. Mereka bukan hanya menganimasikan Fullmetal Alchemist versi 2003, tapi juga menciptakan Fullmetal Alchemist: Brotherhood yang dianggap sebagai adaptasi manga paling setia dan berkualitas tinggi sepanjang masa.

Kini, dengan pengalaman dari My Hero Academia, Mob Psycho 100, dan The Magical Girl and the Evil Lieutenant Used to Be Archenemies, BONES memiliki kapasitas teknis dan artistik untuk:

  • Menghadirkan adegan aksi spektakuler dengan Daemon
  • Menjaga nuansa emosional antara Yuru dan Asa
  • Membangun dunia visual yang konsisten namun penuh lapisan

Kehadiran BONES juga meningkatkan ekspektasi soal kualitas animasi, desain karakter, dan scoring musik semua elemen yang bisa menjadi penentu sukses besar di pasar global.

Peluang Emas di Tengah Kekosongan Pasca Jujutsu Kaisen & MHA

Industri anime saat ini sedang memasuki masa transisi besar. Serial raksasa seperti Jujutsu Kaisen dan My Hero Academia telah memasuki babak akhir cerita mereka. Ini menciptakan celah besar bagi judul baru untuk merebut hati jutaan penggemar.

Daemons of the Shadow Realm datang di waktu yang tepat:

  • Punya kreator ternama dengan rekam jejak terbukti
  • Didukung studio elite dengan portofolio mentereng
  • Menawarkan cerita orisinal (bukan sekuel atau spin-off)
  • Memiliki basis penggemar manga yang solid (4,5 juta kopi)

Faktor-faktor ini menjadikannya kandidat utama untuk menjadi “next big thing” di industri anime 2026.

Karakter Utama: Yuru dan Asa, Kembar yang Terpisah Takdir

Yuru
Digambarkan sebagai sosok yang tenang, intuitif, dan dekat dengan alam. Ia tumbuh di pinggiran kota, belajar mengendalikan kekuatan bayangan secara diam-diam. Yuru percaya bahwa keseimbangan harus dijaga bahkan jika itu berarti mengorbankan diri sendiri.

Asa
Kebalikan dari Yuru energik, tegas, dan idealis. Asa dibesarkan di lingkungan elit yang mengajarkannya untuk menggunakan kekuatan sebagai alat kontrol. Ia yakin bahwa hanya dengan dominasi terang, dunia bisa diselamatkan.

Perjalanan mereka bukan hanya tentang kekuatan, tapi tentang menyatukan dua sisi yang terpisah dari satu jiwa. Pertemuan mereka akan menjadi momen paling dinantikan apakah mereka akan berdamai, atau justru saling menghancurkan?

Trailer dan Antisipasi Global

Meski trailer resmi belum dirilis secara publik (saat artikel ini ditulis), bocoran awal menunjukkan:

  • Visual gelap dengan palet warna kontras (emas vs ungu tua)
  • Adegan pertarungan antara Daemon berbentuk makhluk mitologis
  • Dialog penuh teka-teki tentang “pemisahan siang dan malam”

Fans di seluruh dunia sudah membanjiri media sosial dengan teori, fan art, dan permintaan agar anime ini segera tayang dengan subtitle resmi dalam berbagai bahasa termasuk Indonesia.

Kapan Rilis Global? Apakah Akan Ada Subtitle Indonesia?

Saat ini, jadwal rilis resmi hanya dikonfirmasi untuk Jepang pada April 2026. Namun, mengingat popularitas Arakawa dan BONES secara global, kemungkinan besar:

  • Anime ini akan tayang simultan di platform seperti Crunchyroll atau Netflix
  • Akan tersedia subtitle dalam 20+ bahasa, termasuk bahasa Indonesia
  • Edisi Blu-ray dengan dubbing internasional kemungkinan dirilis 6–12 bulan setelah penayangan

Penggemar di Indonesia disarankan mengikuti akun resmi distributor anime lokal seperti Aniplus Asia atau Muse Indonesia untuk pembaruan resmi.

Kesimpulan: Bukan Sekadar Anime Baru Tapi Warisan Baru Arakawa

Daemons of the Shadow Realm bukan hanya upaya Hiromu Arakawa untuk keluar dari bayangan Fullmetal Alchemist. Ini adalah pernyataan artistik baru sebuah eksplorasi tentang dualitas, takdir, dan kekuatan persatuan dalam dunia yang semakin terpecah.

Dengan kombinasi cerita orisinal, karakter kompleks, produksi kelas dunia, dan momentum industri yang tepat, anime ini berpotensi menjadi ikon baru generasi berikutnya.

April 2026 mungkin masih terasa jauh tapi bagi jutaan penggemar Arakawa, waktu sudah dimulai untuk menunggu. Karena ketika Yuru dan Asa akhirnya bersatu, dunia anime mungkin tak akan pernah sama lagi.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram@gadgetvivacoid
FacebookGadget VIVA.co.id
X (Twitter)@gadgetvivacoid
Whatsapp ChannelGadget VIVA
Google NewsGadget