Edo Tensei: 7 Fakta Mengerikan Tentang Teknik Kinjutsu Menghidupkan Kembali Orang Mati di Naruto

Fakta Mengerikan Teknik Kinjutsu Membangkitkan Orang Mati di Naruto
Sumber :
  • naruto.fandom.com

GadgetEdo Tensei, kinjutsu">teknik kinjutsu yang digunakan untuk membangkitkan orang mati, menjadi salah satu jutsu paling mengerikan dalam dunia Naruto.

img_title OnePlus Nord 6 Naruto Edition Bocor: Inovasi di Tengah Isu Tutup

Diciptakan oleh Tobirama Senju dan kemudian dikembangkan oleh Orochimaru, jutsu ini memicu kontroversi dan kekacauan di dunia shinobi.

Berikut adalah 7 fakta mengerikan tentang Edo Tensei:

img_title Tiga Jurus Mematikan Naruto yang Bikin Musuh Gemetar

1. Lahir dari Tobirama, Sempurna di Tangan Kabuto

Motivasi Tobirama yang Gelap: Lahir dari pergolakan Perang Dunia Shinobi Kedua, Tobirama menciptakan Edo Tensei untuk memperkuat Konohagakure dalam pertempuran. Namun, motivasinya diselimuti misteri, dipertanyakan apakah dia berniat menggunakan jutsu ini untuk kebaikan atau untuk tujuan yang lebih kelam.

img_title Deretan Adegan Naruto Paling Legendaris yang Masih Ikonik Hingga Sekarang

Obsesi Orochimaru: Orochimaru, terobsesi dengan keabadian, mempelajari Edo Tensei dari dokumen rahasia Konoha. Dia melakukan eksperimen tanpa henti untuk menyempurnakan jutsu ini, mengorbankan banyak nyawa dalam prosesnya. Versi Orochimaru memiliki kekurangan, yaitu jiwa yang dibangkitkan hanya memiliki 60% kekuatan aslinya.

Kelicikan Kabuto: Kabuto Yakushi, murid Orochimaru yang ambisius, melangkah lebih jauh. Dia menggabungkan penelitian Orochimaru dengan sel Hashirama Senju, menghasilkan versi Edo Tensei yang hampir sempurna. Jiwa yang dibangkitkan Kabuto memiliki kekuatan yang setara dengan saat mereka masih hidup.

2. Arti Gelap di Balik Namanya

Kematian yang Diperbudak: "Kembalinya Kematian ke Dunia yang Menjijikkan" bukan hanya tentang membangkitkan orang mati, tetapi juga tentang memperbudak mereka. Jiwa yang dibangkitkan kehilangan kebebasan dan kendali atas diri mereka sendiri, dipaksa untuk melayani pengguna Edo Tensei.

Konflik Abadi: Edo Tensei menghadirkan ironi yang pahit. Jiwa yang damai di Jōdo, tempat peristirahatan terakhir, dipaksa kembali ke dunia penuh konflik dan penderitaan. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang moralitas dan etika jutsu ini.

3. Melanggar Hukum Alam, Menuai Kontroversi

Pencurian Jasad: Pengambilan DNA dari orang yang sudah mati untuk digunakan dalam Edo Tensei dianggap sebagai tindakan penyucian dan pelecehan terhadap jasad. Hal ini menunjukkan sisi gelap jutsu ini, yang mengabaikan rasa hormat terhadap orang yang telah meninggal.

Tumbal Nyawa: Edo Tensei menuntut pengorbanan jiwa hidup untuk membangkitkan jiwa lainnya. Tumbal ini harus rela mati untuk memicu reinkarnasi, menambah dimensi mengerikan pada jutsu ini.

Halaman Selanjutnya
img_title