Polytron G3 dan G3+: Gebrakan Mobil Listrik Lokal Siap Ramaikan Jalanan Indonesia

Polytron G3 dan G3+: Gebrakan Mobil Listrik Lokal
Sumber :
  • polytron
Gadget
Mobil Ramah Lingkungan: Perbandingan Mobil Hidrogen dan Mobil Listrik

Polytron, yang selama ini dikenal luas sebagai produsen elektronik dalam negeri, resmi melebarkan sayap ke industri otomotif. Pada 6 Mei 2025, perusahaan ini meluncurkan dua mobil listrik perdananya: Polytron G3 dan G3+. Peluncuran ini menjadi langkah berani sekaligus strategis bagi Polytron dalam menyambut era kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.

Mobil Listrik Rp200 Jutaan 2026, Ini 3 Pilihan EV dengan Performa Maksimal

Peluncuran mobil listrik ini bukan hanya pelengkap portofolio produk Polytron, melainkan juga menjadi simbol tonggak sejarah karena bertepatan dengan perayaan 50 tahun kiprah Polytron di Indonesia. Dengan hadirnya G3 dan G3+, Polytron menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung mobilitas berkelanjutan sekaligus mendorong transisi ke kendaraan rendah emisi.

Kolaborasi Internasional, Produksi Lokal

Xpeng G7 EREV Siap Meluncur 2026, Sekali Jalan Bisa 1.704 Km

Menariknya, pengembangan G3 dan G3+ merupakan hasil kolaborasi antara Polytron dan Skyworth Auto, perusahaan otomotif listrik asal Tiongkok. Kerja sama ini dimulai sejak Agustus 2024 dan menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghadirkan kendaraan listrik yang sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia.

Proses perakitan kedua model ini dilakukan secara lokal di fasilitas Handal Indonesia Motor yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat. Dengan memproduksi secara lokal, Polytron tidak hanya meningkatkan efisiensi biaya, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru serta mendukung pertumbuhan industri otomotif nasional.

Spesifikasi Andal, Jarak Tempuh Menjanjikan

Dari sisi teknis, Polytron G3 dan G3+ dibekali dengan baterai berkapasitas 52 kWh. Kapasitas ini memungkinkan kendaraan melaju hingga 402 kilometer dalam satu kali pengisian penuh, menjadikannya salah satu mobil listrik dengan jangkauan yang kompetitif di kelasnya.

Tak hanya itu, Polytron juga menawarkan dua opsi kepemilikan yang fleksibel bagi konsumen. Pertama, melalui skema Battery as a Service (BaaS), di mana pengguna cukup menyewa baterai saja. Kedua, ada opsi Buy to Own (BtO) bagi mereka yang ingin langsung memiliki unit lengkap beserta baterainya. Pilihan ini memberikan keleluasaan dalam menentukan model pembiayaan yang paling sesuai.

Target Ambisius, Jangkauan Nasional

Untuk mendukung adopsi lebih luas, Polytron menargetkan penjualan sebesar 1.500 unit G3 dan G3+ hingga akhir 2025. Guna mencapai angka tersebut, perusahaan juga berencana membuka 6 hingga 8 jaringan dealer di kota-kota besar seperti Jakarta, Semarang, dan Surabaya.

Halaman Selanjutnya
img_title