Xiaomi Luncurkan Kamera Cerdas C100: Rekam Video 2K, Deteksi AI, dan Perlindungan Privasi Maksimal
- xiaomi
Gadget –
Xiaomi kembali menunjukkan inovasinya di dunia teknologi rumah pintar. Kali ini, perusahaan asal Tiongkok tersebut resmi memperkenalkan Xiaomi Smart Camera C100 secara global melalui situs resminya. Kamera ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pengguna akan keamanan rumah yang tidak hanya canggih, tetapi juga menjaga privasi dengan maksimal.
Kualitas Video Tinggi dan Penglihatan Malam
Salah satu daya tarik utama dari Smart Camera C100 adalah kemampuannya merekam video dalam resolusi 2K (2304×1296 piksel). Kamera ini dibekali dengan sensor 3MP serta teknologi kompresi video H.265, yang berfungsi untuk menghemat ruang penyimpanan sekaligus memastikan hasil rekaman tetap mulus.
Tidak berhenti di situ, kamera ini juga memiliki lensa sudut lebar 128° dan bukaan f/1.6 yang besar. Kombinasi tersebut memungkinkan pengguna mendapatkan video berwarna yang jernih, bahkan saat kondisi cahaya minim. Untuk penglihatan malam, Xiaomi menyematkan LED inframerah 940nm, yang bekerja tanpa memancarkan cahaya merah—cocok untuk digunakan di kamar tidur atau ruangan yang gelap tanpa mengganggu kenyamanan.
Kecerdasan Buatan (AI) Jadi Andalan
Beralih ke fitur cerdas, Xiaomi menyematkan berbagai fungsi berbasis AI untuk mendukung keamanan aktif. Beberapa fitur yang hadir antara lain:
Deteksi manusia secara otomatis
Peringatan saat bayi menangis
Deteksi suara keras
Pemantauan melalui pagar virtual
Dengan fitur ini, pengguna akan mendapatkan notifikasi real-time ketika ada pergerakan mencurigakan atau suara yang tidak biasa di area pengawasan. Menariknya, pengguna juga bisa berkomunikasi dua arah lewat aplikasi Xiaomi Home berkat fitur panggilan suara. Xiaomi membekali sistem audio ini dengan Acoustic Echo Cancellation dan Noise Suppression, memastikan suara terdengar jelas tanpa gangguan gema atau bising.
Privasi Pengguna Jadi Prioritas
Tak seperti kamera pengawas biasa, C100 memberikan perhatian khusus pada aspek privasi. Kamera ini memiliki penutup lensa fisik yang dapat digeser secara manual. Saat pelindung ini ditutup, kamera otomatis berhenti merekam—fitur ini memberikan ketenangan ekstra bagi pengguna.
Lebih dari itu, terdapat juga zona privasi, di mana pengguna bisa memilih area tertentu agar tidak terekam oleh kamera. Seluruh pemrosesan AI dilakukan secara lokal di perangkat, tanpa bergantung pada cloud. Ini tak hanya menjaga privasi, tetapi juga meningkatkan kecepatan respon dari fitur-fitur pintar.