Lumio Arc 5 & Arc 7 Resmi Hadir: Proyektor Google TV + Netflix yang Siap ‘Nge‑boost’ Home Cinema di Kelas Menengah!
- lumio
Pasar home projector di India memang sedang memanas, tetapi celah di segmen menengah harga antara Rp 3‑9 jutaan masih menganga. Kebanyakan konsumen terjebak memilih antara model murah dengan fitur pas‑pasan atau perangkat kelas premium yang harganya bikin dompet megap‑megap. Nah, di sinilah Lumio Arc 5 dan Arc 7 masuk sebagai “penengah” yang menawarkan spesifikasi modern tanpa membuat kantong bolong.
Menyodorkan Google TV dan Sertifikasi Netflix Sekaligus
Pertama‑tama, kedua proyektor sudah menjalankan Google TV. Artinya, antarmukanya mirip smart TV kekinian: mulus, intuitif, dan terhubung ke lebih dari 10 000 aplikasi plus katalog 400 000‑an film & serial. Menariknya lagi, sertifikasi resmi Netflix menyingkirkan ritual “side‑loading” aplikasi yang sering bikin pusing pengguna proyektor low‑budget.
Arc 5: Ringkas, Ringan, Siap Diajak Traveling
Beranjak ke model pertama. Arc 5 dibangun sebagai proyektor portabel—beratnya hanya 1,33 kg—jadi mudah dilipat ke tas kerja, dibawa ke kamar kos, atau menemani staycation. Walau mungil, ia menyemburkan 200 ANSI lumen; cukup untuk menayangkan film malam hari di kamar setengah gelap. Resolusi Full HD 1080p plus HDR10memastikan detail tetap tajam.
Ukuran layar: hingga 100 inci
Audio: speaker 5 W dengan Dolby Audio + dual passive radiator untuk dentuman bass yang lebih padat
Prosesor & memori: MediaTek 9630, RAM 2 GB, storage 16 GB
Arc 7: Jagoan Ruang Keluarga
Di sisi lain, Arc 7 hadir buat penonton yang ingin “layar lebar” indoor. Kecerahan dilipatgandakan menjadi 400 ANSI lumen—pas untuk ruang keluarga berlampu. Speaker‑nya pun naik kelas: 2×8 W stereo yang didukung radiator pasif lebih besar, serasi untuk nonton konser atau laga kriket bareng keluarga. Meski performanya unggul, Arc 7 tetap memakai ArcLight Engine penahan debu milik Arc 5, sehingga kualitas gambar konsisten dalam jangka panjang.
STR8: Instalasi Jadi Sekali Klik
Salah satu keluhan klasik proyektor adalah setting‑an miring, fokus kabur, atau gambar terpotong furnitur. Lumio menjawab lewat sistem STR8 (Smooth Trapezoidal Recalibration). Sensor Time‑of‑Flight (ToF) internal mengerjakan auto‑fokus, auto‑keystone, dan obstacle avoidance dalam hitungan detik. Hasilnya, pengguna cukup menyalakan unit; gambar langsung presisi—tanpa harus jungkir balik menyesuaikan kaki tripod.