Perbandingan PHEV dan BEV: Hemat, Ramah Lingkungan, atau Fleksibel?

PHEV vs BEV
Sumber :
  • ilustrasi

Kendaraan listrik kini semakin diminati, terutama karena tren ramah lingkungan dan efisiensi bahan bakar. Dari sekian banyak pilihan, PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) dan BEV (Battery Electric Vehicle) menjadi tipe yang paling banyak dibahas. Keduanya sama-sama menggunakan tenaga listrik, tapi cara kerjanya berbeda, sehingga pengalaman berkendara dan biaya yang dikeluarkan pun berbeda.

Strategi Polytron G3+: Baterai LFP Jadi Kunci Garansi Seumur Hidup

Pertama, mari lihat dari sisi sumber tenaga. PHEV memadukan dua sumber: baterai listrik dan mesin bensin. Saat baterai penuh, mobil bisa berjalan sepenuhnya dengan tenaga listrik. Tapi begitu baterai habis, mesin bensin otomatis menyala untuk tetap menjaga perjalanan lancar. Sementara BEV sepenuhnya bergantung pada baterai listrik, tanpa mesin bensin. Karena itu, mobil ini tidak mengeluarkan emisi knalpot dan lebih ramah lingkungan.

Kedua, soal jarak tempuh. PHEV umumnya bisa berjalan 40–90 km dengan tenaga listrik murni. Jarak ini cukup untuk kebutuhan harian seperti pergi ke kantor atau belanja. Jika perjalanan lebih panjang, mesin bensin siap menjadi cadangan. Sebaliknya, BEV bisa menempuh 300–500 km sekali pengisian, tergantung kapasitas baterainya. Ini membuat BEV lebih cocok untuk perjalanan jauh tanpa mengisi bahan bakar konvensional.

Perbandingan OS Oppo dan iQOO 2026: ColorOS vs OriginOS, Mana Lebih Unggul?

Ketiga, pengisian daya. PHEV memiliki baterai lebih kecil sehingga waktu pengisian lebih cepat. Bahkan tanpa stasiun charger, mobil tetap bisa berjalan dengan mesin bensin. BEV membutuhkan waktu pengisian lebih lama, terutama di rumah, tapi lebih nyaman bila infrastruktur stasiun pengisian listrik (SPKLU) sudah banyak tersedia.

Keempat, soal konsumsi energi dan emisi. PHEV jelas lebih ramah lingkungan dibanding mobil bensin biasa, tapi tetap menghasilkan emisi ketika mesin bensin aktif. Efisiensi juga bergantung pada seberapa sering pengguna mengecas baterai. BEV unggul karena nol emisi saat digunakan dan biaya energi lebih murah dibanding bahan bakar fosil.

Amazfit Balance 2 vs Garmin Fenix 7 Solar: Mana Smartwatch Outdoor Terbaik?

Kelima, biaya perawatan. PHEV lebih kompleks karena punya dua sistem tenaga, sehingga biaya servis lebih tinggi. BEV lebih sederhana dan tidak punya oli mesin, busi, atau filter bensin, sehingga biaya perawatannya lebih rendah.

Keenam, harga beli. PHEV biasanya lebih terjangkau dan cocok bagi mereka yang ingin transisi ke mobil listrik secara bertahap. Sementara BEV lebih mahal, tetapi biaya operasional harian jauh lebih hemat.

Ketujuh, kenyamanan berkendara. PHEV menawarkan fleksibilitas dua sumber tenaga, meski pergantian dari listrik ke bensin kadang terasa. BEV memberikan akselerasi lebih halus, responsif, dan nyaris tanpa suara.

Berikut tabel ringkasan perbandingan PHEV dan BEV:

AspekPHEVBEV
Sumber TenagaListrik + bensin100% listrik
EmisiRendahNol
PerawatanLebih mahalLebih murah
Jarak TempuhListrik + bensinListrik saja (lebih jauh)
Harga BeliLebih terjangkauLebih tinggi
Pengisian DayaFleksibelButuh charger

 

  • Pilih PHEV jika Anda ingin transisi bertahap, tetap butuh cadangan bensin, dan sering menempuh jarak pendek.

  • Pilih BEV jika ingin sepenuhnya hemat energi, ramah lingkungan, dan nyaman untuk jarak jauh, dengan dukungan infrastruktur pengisian yang memadai.

Seiring perkembangan teknologi dan bertambahnya stasiun pengisian, baik PHEV maupun BEV menawarkan solusi modern untuk mobilitas masa depan yang bersih dan efisien.