Mobil Ramah Lingkungan: Perbandingan Mobil Hidrogen dan Mobil Listrik

Mobil Hidrogen vs Mobil Listrik
Sumber :
  • lifehack

Dalam hal jarak tempuh dan pengisian energi, mobil hidrogen menawarkan keunggulan dari sisi waktu. Pengisian hidrogen hanya memerlukan beberapa menit, hampir setara dengan mengisi bahan bakar konvensional. Jarak tempuhnya pun tergolong baik untuk perjalanan jarak jauh. Sementara itu, mobil listrik sangat bergantung pada kapasitas baterai. Meski begitu, model terbaru sudah mampu menempuh jarak hingga ratusan kilometer dalam sekali pengisian. Dengan teknologi pengisian cepat, waktu isi ulang kini semakin singkat, meskipun tetap lebih lama dibandingkan hidrogen.

Moto G Power (2026) Hadir dengan Daya Tahan Militer dan Layar Super Mulus

Aspek infrastruktur juga menjadi faktor penentu. Hingga kini, stasiun pengisian hidrogen masih sangat terbatas dan hanya tersedia di beberapa negara atau kota tertentu. Selain itu, penanganan hidrogen membutuhkan sistem keamanan khusus. Berbeda dengan itu, infrastruktur mobil listrik berkembang sangat cepat. Stasiun pengisian tersedia di banyak kota, area publik, hingga rumah pribadi melalui charger rumahan.

Dari sisi biaya, mobil hidrogen masih dibanderol dengan harga tinggi karena teknologi fuel cell yang kompleks dan produksi massal yang belum optimal. Biaya pengisian hidrogen juga relatif mahal. Sebaliknya, harga mobil listrik semakin kompetitif, terutama untuk segmen pemula. Biaya operasionalnya pun lebih rendah karena listrik lebih murah dan perawatan kendaraan listrik lebih sederhana.

G-Shock vs Pro Trek 2026: Duel Jam Tangan Outdoor Paling Tangguh

Berbicara soal perawatan, mobil hidrogen membutuhkan teknisi khusus dan suku cadang yang belum banyak tersedia. Hal ini membuat biaya perawatan cenderung lebih mahal. Di sisi lain, mobil listrik memiliki lebih sedikit komponen bergerak, sehingga perawatannya lebih praktis dan minim risiko kerusakan mekanis.

Lalu, mana yang lebih cocok? Mobil listrik menjadi pilihan ideal untuk penggunaan harian, terutama di perkotaan dengan akses pengisian daya yang mudah dan biaya operasional rendah. Sementara itu, mobil hidrogen bisa menjadi alternatif menarik bagi pengguna yang membutuhkan pengisian cepat dan sering melakukan perjalanan jarak jauh, asalkan infrastruktur tersedia.

Mobil Listrik GAC 2027 Bisa Jalan 1.000 Km Tanpa Ngecas, Ini Teknologinya!

Sebagai kesimpulan, mobil listrik saat ini lebih siap digunakan secara luas karena efisiensi tinggi, biaya terjangkau, dan infrastruktur yang terus berkembang. Mobil hidrogen menawarkan potensi besar di masa depan, terutama jika produksi hidrogen hijau semakin masif. Pada akhirnya, kedua teknologi ini sama-sama berperan penting dalam transisi menuju transportasi yang lebih bersih dan berkelanjutan.