NVIDIA Tunda Peluncuran RTX 50 SUPER, Analisis Harga GPU
- Christian Wiediger / Unsplash
- Penundaan seri RTX 50 SUPER dikabarkan tak memiliki batas waktu yang jelas.
- Ketersediaan kartu grafis RTX 5000 diprediksi akan tetap langka dan mahal.
- Rencana upgrade VRAM menggunakan GDDR7 mungkin dibatalkan karena biaya memori yang meningkat drastis.
Sebuah rumor panas baru-baru ini melanda industri teknologi: NVIDIA dilaporkan menunda peluncuran seri GeForce RTX 50 SUPER yang sangat diantisipasi tanpa batas waktu. Penundaan yang tak terduga ini secara fundamental mengubah perhitungan bagi konsumen yang merencanakan upgrade GPU dalam waktu dekat. Meskipun NVIDIA belum mengonfirmasi informasi ini, obrolan pasar menunjukkan kelangkaan dan harga tinggi kartu RTX 5000 saat ini akan terus berlanjut. Bagaimana kondisi ini memengaruhi keputusan pembelian perangkat keras Anda?
Dampak Penundaan: Ketersediaan dan Krisis Harga GPU
Laporan dari Gazlog menyebutkan penundaan RTX 50 SUPER berlaku tanpa batas waktu. Situasi ini menciptakan dilema signifikan bagi pembeli. Mereka harus menentukan apakah mampu menerima harga dan ketersediaan yang berlaku hari ini, atau menunda pembelian lebih lama.
Selain itu, beberapa rumor juga mengklaim seri RTX 5000 bisa tetap menjadi lini utama NVIDIA hingga kedatangan seri RTX 6000 pada akhir 2027. Jika linimasa tersebut akurat, pembeli mungkin terjebak dalam kondisi pasar generasi ini untuk waktu yang cukup lama. Kelangkaan ekstrem saat ini terjadi di seluruh jajaran RTX 5000, mulai dari RTX 5090 hingga RTX 5060 Ti, membuat harga semakin melonjak.
Mengapa Upgrade VRAM Menjadi Korban?
Daya tarik utama pembaruan SUPER seharusnya sederhana: penambahan VRAM pada model-model kunci. Bahan rumor menyebutkan rencana awal meliputi 24GB GDDR7 untuk RTX 5080 SUPER dan RTX 5070 Ti SUPER, serta 18GB untuk RTX 5070.
Peningkatan VRAM ini sangat penting. Batasan memori cepat muncul saat pengguna menaikkan tekstur, beralih ke resolusi lebih tinggi, atau menggabungkan permainan dengan aplikasi kreatif. Namun, sumber yang sama menghubungkan penundaan ini dengan kenaikan harga memori. Kenaikan harga tersebut membuat pembaruan yang fokus pada VRAM menjadi sulit untuk dipasarkan dengan biaya yang masuk akal bagi konsumen.
Ancaman Kenaikan Harga Resmi
Masalah yang lebih besar adalah kondisi yang sudah terjadi di toko daring. Ketersediaan sangat terbatas, dan harga cenderung melonjak tajam.
Sumber menyebutkan NVIDIA akan memberi tahu mitra board partner mengenai kenaikan harga skala penuh setelah Februari 2026. Apabila skenario ini terjadi, bahkan peningkatan stok sekalipun tidak akan menghasilkan penawaran yang lebih baik. Harga dasar kartu grafis justru bisa bergerak semakin tinggi secara permanen.
Strategi Pembelian GPU di Tengah Ketidakpastian Pasar
Para konsumen dihadapkan pada keputusan yang sulit. Jika Anda benar-benar membutuhkan GPU dalam waktu dekat, Anda harus menetapkan batas maksimum harga yang bersedia dibayar, kemudian patuhi batas tersebut.
Di pasar yang ketat seperti ini, sangat mudah bagi pembeli untuk hanya mengejar status "stok tersedia" dan pada akhirnya menyesali harga yang dinaikkan. Sebaliknya, jika Anda tidak mendesak untuk membeli, menunda keputusan adalah langkah yang paling bijaksana. Namun, jangan gantungkan rencana Anda pada pembaruan yang tidak memiliki jendela rilis yang pasti. Pantau sinyal nyata seperti stabilisasi inventaris yang lebih luas dan penurunan harga jalanan yang berkelanjutan pada kartu grafis yang sudah beredar.