Konsep AirPods Max G3: Headphone Transparan Gaya Ikonik iMac

Konsep AirPods Max G3: Headphone Transparan Gaya Ikonik iMac
Sumber :
  • Istimewa

Detail Transparansi dan Estetika Bondi Blue

Up Phone Indonesia: Kenapa HP Mirip iPhone Ini Jadi Sorotan di AS?

Cangkang luar headphone ini kini transparan. Desainer sengaja memperlihatkan mekanika internal headphone, sebuah filosofi desain yang pernah dipromosikan Steve Jobs melalui iMac G3. Estetika ini menciptakan kedalaman visual yang memukau.

Sebuah elemen putih keruh (cloudy white) memecah cangkang transparan tersebut. Elemen ini mengelilingi cangkang utama, menciptakan efek 'halo' sambil secara fungsional memisahkan material yang sulit dicetak injeksi jika digabungkan.

Promo Gila Verizon: 4x iPhone 17 Pro Gratis, Waktu Terbatas!

Saffy Creatives juga menambahkan detail nostalgia krusial: logo Apple berwarna retro yang menjadi ciri khas produk lama. Meskipun para puritan Apple mungkin menganggap detail ini terlalu ramai, logo berwarna justru memberikan karakter dan keberanian visual yang sangat dibutuhkan headphone premium.

Analisis Kelayakan dan Potensi Modifikasi Retro

HP Murah di Bawah Rp1 Juta: Pilihan Terbaik 2026

Sisa dari konsep headphone ini tetap mempertahankan desain AirPods Max asli. Bantalan telinga (cups) masih menggunakan jaring 3D yang dikenal nyaman. Demikian pula, bantalan jaring pada ikat kepala tetap dipertahankan, meskipun bingkai plastik luarnya kini mendapat perlakuan tembus pandang putih agar sesuai dengan keseluruhan estetika retro.

Hasil akhirnya adalah sepasang headphone yang sama cantiknya dengan produk Apple di pergantian milenium, ketika Jony Ive dan Steve Jobs mungkin merasa lebih bebas bereksperimen. Konsep visual seperti ini meningkatkan daya jual headphone, terutama bagi penggemar Apple garis keras.

Meskipun konsep AirPods Max G3 ini kemungkinan besar tidak akan pernah diproduksi secara resmi oleh Apple, desain ini membuka peluang besar. Jika ada YouTuber atau modder yang berani, mengubah AirPods Max menjadi desain bernuansa nostalgia seperti ini sangat mungkin dilakukan. Desainer hanya mengubah material, bukan geometri, yang dapat diwujudkan menggunakan teknik pencetakan 3D lanjutan.