Perang Konsol Mati: Ningtendo PXBOX 5 Satukan PS5, Xbox, Switch
- Istimewa
Menghidupkan Kembali Teknik Kuno: Pengecoran Lilin Hilang
Tantangan terbesar proyek ini adalah menciptakan heatsink segitiga padat yang mampu membuang panas dari tiga APU berbeda sekaligus. XNZ dengan cerdas menghindari biaya mesin CNC yang mahal dan waktu tunggu produksi yang lama. Dia beralih ke metode manufaktur yang berusia 1.500 tahun: Pengecoran Lilin Hilang (Lost-Wax Casting).
Teknik kuno ini, yang dikenal sejak China kuno, dimodernisasi sepenuhnya oleh XNZ. Dia tidak menggunakan lilin tradisional untuk model. Sebaliknya, dia mencetak model heatsink di printer 3D menggunakan filamen PLA. Model PLA ini sudah mencakup saluran pendingin internal.
Dua Kali Percobaan untuk Mencapai Kesempurnaan Termal
XNZ kemudian melapisi cetakan PLA dengan gipsum tahan panas. PLA meleleh dan terbakar habis saat dipanaskan, meninggalkan cetakan keramik bersih yang siap menampung logam cair.
Namun, upaya pengecoran aluminium pertama gagal di tengah jalan. Logam cair mendingin terlalu cepat. Selain itu, sirip heatsink yang terlalu padat menyebabkan retak pada dinding cetakan gipsum. XNZ melakukan penyesuaian kritis. Dia mengubah ketebalan sirip, memendekkan jalur aliran, dan mengkalibrasi ulang suhu cetakan. Upaya kedua menghasilkan balok aluminium yang sempurna, bahkan menangkap detail halus dari lapisan cetak 3D.
Analisis Dampak Inovasi Hardware Ningtendo PXBOX 5
Konsol Ningtendo PXBOX 5 lebih dari sekadar proyek modding yang ambisius. Inovasi yang dilakukan XNZ menawarkan solusi praktis bagi para gamer yang terperangkap dalam ekosistem konsol yang berbeda-beda. Dia berhasil memecahkan masalah integrasi termal dan switching daya yang rumit menggunakan gabungan teknologi kuno dan modern.
Meskipun ini adalah unit kustom yang membutuhkan keahlian teknis tinggi, blueprint desain termal triangular yang dikembangkan XNZ menawarkan potensi besar. Proyek ini membuktikan bahwa kreativitas individual masih menjadi kekuatan pendorong utama di tengah pasar hardware yang didominasi oleh perusahaan-perusahaan teknologi besar.