Revolusi Iklan: Samsung Spatial Signage Bawa Display 3D ke Dinding
- Istimewa
Mendorong Konten 3D Melalui Kecerdasan Buatan
Perangkat keras hanya satu sisi dari persamaan. Samsung menyadari bahwa tantangan terbesar dalam signage 3D adalah pembuatan konten. Untuk mengatasi kendala biaya dan waktu, Samsung memperkenalkan AI Studio, aplikasi baru di dalam platform cloud VXT mereka.
AI Studio memungkinkan pengguna mengambil gambar statis 2D yang sudah ada dan secara otomatis mengubahnya menjadi video yang siap untuk Spatial Signage. Aplikasi ini menyesuaikan bayangan, margin, dan latar belakang secara spesifik agar sesuai dengan efek kedalaman. Kemudahan ini membebaskan merek dari kebutuhan untuk merekrut studio spesialis 3D untuk setiap kampanye baru. Mereka dapat memanfaatkan aset citra yang sudah ada untuk menciptakan gerakan 3D yang ramah kedalaman.
Transformasi Masa Depan Pemasaran Ritel
Peluncuran Samsung Spatial Signage mengisyaratkan pergeseran penting dalam evolusi digital signage. Samsung memosisikan panel 3D ini bukan sebagai produk niche, tetapi sebagai bagian integral dari ekosistem display yang lebih luas, bersama dengan layar Micro RGB 130 inci dan The Wall All-in-One 108 inci. Semua perangkat imersif ini terhubung ke sistem manajemen yang sama.
Teknologi pemasaran volumetrik ini tidak meminta pengguna untuk berinteraksi atau memakai alat bantu. Ia bekerja secara pasif, membuat konten terasa seperti menempati ruang nyata. Bagi tempat-tempat dan merek yang bergantung pada berapa lama orang berhenti dan menatap, Spatial Signage adalah langkah maju yang logis. Samsung berhasil membuat digital signage menjadi kurang tentang perulangan datar, dan lebih fokus pada penceritaan yang menarik dan mendalam.