CMDeck: Laptop DIY 12 Inci yang Fungsional dan Ergonomis
- Istimewa
- CMDeck menawarkan pendekatan baru dalam dunia cyberdeck yang lebih mengutamakan fungsi dan ergonomi daripada sekadar estetika.
- Perangkat ini menggunakan layar sentuh 12 inci dan keyboard mekanik low-profile dengan tata letak ortholinear yang unik.
- Inovasi desain mencakup penggunaan pemberat kuningan untuk stabilitas dan material resin transparan untuk tampilan retro yang modern.
Dunia rakitan mandiri kini menyambut CMDeck, sebuah proyek ambisius yang mengubah paradigma perangkat cyberdeck dari sekadar prototipe pajangan menjadi mesin produktivitas nyata. Salim Benbouziyane, sang desainer, berhasil menciptakan CMDeck dengan fokus utama pada kenyamanan penggunaan layaknya laptop kelas atas. Berbeda dengan banyak perangkat serupa yang sering kali canggung, mesin ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan menulis dan melakukan aktivitas teknis harian secara intensif.
Desain Ergonomis CMDeck untuk Menunjang Produktivitas
Keputusan krusial Salim terletak pada pemilihan dimensi perangkat yang menyerupai ukuran keyboard penuh. Langkah ini memberikan dasar yang kokoh bagi CMDeck sehingga tidak terasa ringkih saat digunakan. Layar sentuh berukuran 12 inci terpasang pada bagian atas, sementara bagian bawah menampung keyboard mekanik kustom dengan profil rendah. Penempatan ini memastikan pengguna mendapatkan pengalaman mengetik yang tak kalah nyaman dibandingkan laptop konvensional.
Navigasi Cerdas dan Status Layar OLED
Tata letak split ortholinear pada keyboard memaksa posisi tangan pengguna melebar secara alami. Desain ini menyisakan ruang kosong di bagian tengah untuk menempatkan trackpad sentral dan layar OLED kecil. Layar sekunder tersebut berfungsi menampilkan status sistem secara langsung tanpa mengganggu tampilan layar utama. Fitur ini sangat mendukung alur kerja multi-jendela, pengodingan, hingga aktivitas penulisan profesional yang membutuhkan fokus tinggi.
Solusi Masalah Teknis dalam Pengembangan Perangkat
Proses pembuatan rangka CMDeck melewati berbagai tantangan desain industri yang cukup rumit. Pada tahap awal, Salim menemukan bahwa penempatan kabel di bagian belakang sempat menghalangi engsel layar untuk terbuka sempurna. Ia kemudian merancang ulang bagian belakang agar dapat dilepas pasang dan memperkuat dudukan engsel. Selain itu, layar 12 inci yang berat memaksa penambahan pemberat berbahan kuningan agar perangkat tetap stabil dan tidak terjungkal ke belakang saat dibuka.