Kursi iMac Dip1: Inovasi Furnitur Unik dari Komputer Apple
- Istimewa
- Menggunakan layar iMac 27 inci asli sebagai sandaran punggung kursi yang provokatif.
- Bagian dudukan terbuat dari blok resin cyan yang menyegel Magic Keyboard dan Magic Mouse.
- Karya ini mengeksplorasi filosofi "keindahan yang menyakitkan" dalam desain kontemporer.
Desainer asal Korea Selatan, Lim Wootek, baru-baru ini menggemparkan dunia desain melalui Kursi iMac Dip1. Karya seni ini bukan sekadar tempat duduk biasa. Ia menantang batas antara fungsionalitas furnitur dan produk teknologi ikonik milik Apple.
Lim Wootek mengintegrasikan perangkat keras Apple langsung ke dalam struktur kursi. Langkah berani ini menciptakan dialog visual antara kenyamanan manusia dan dinginnya material elektronik. Melalui pendekatan yang unik, ia membuktikan bahwa teknologi lama bisa bertransformasi menjadi objek seni yang mendalam.
Material Ikonik pada Kursi iMac Dip1
Keunikan utama Kursi iMac Dip1 terletak pada sandarannya yang menggunakan monitor iMac 27 inci. Panel aluminium tipis ini bersentuhan langsung dengan punggung pengguna saat duduk. Meskipun terlihat tidak lazim, desain ini menawarkan estetika yang sangat kuat dan adiktif untuk dipandang.
Selain layar, Lim juga menyegel Apple Magic Keyboard dan Magic Mouse di dalam blok resin cyan. Material resin ini tampak bercahaya, memberikan kesan benda-benda tersebut tenggelam dalam air tropis. Objek di dalamnya terlihat jelas di permukaan namun memudar perlahan ke arah dasar kursi.
Tantangan Teknis Pengecoran Resin
Proses pembuatan kursi ini membutuhkan keahlian material engineering yang sangat tinggi. Lim Wootek harus memastikan resin memiliki kejernihan optik sekaligus kekuatan struktural yang mumpuni. Menghasilkan blok resin sebesar ini tanpa cacat adalah pencapaian teknis yang luar biasa.
Studio Lim Wootek menggabungkan empat disiplin ilmu sekaligus: desain industri, desain digital, cetakan, dan CMF (Color, Material, Finish). Hasilnya, tepi dudukan memiliki radius yang halus dan dasar yang meruncing. Detail ini mencegah kursi terlihat seperti balok plastik biasa yang membosankan.
Masa Depan Desain Furnitur Eksperimental
Secara ergonomis, kursi ini memiliki tinggi dudukan 45 cm yang tergolong standar. Namun, pengalaman penggunanya tetap terasa disorienting karena posisi layar yang menghadap ke luar. Pengguna secara harfiah membelakangi teknologi yang biasanya mereka hadapi setiap hari selama berjam-jam.