Tren Retro Cassette Player: Mengapa Gen Z Tinggalkan Spotify?
- Istimewa
- Pencarian kata kunci "retro walkman cassette player" melonjak drastis hingga 1.281% dalam setahun terakhir.
- FiiO CP13 menghadirkan kualitas audio murni melalui jalur sinyal analog penuh tanpa gangguan digital.
- Brand asal Prancis, We Are Rewind, menggabungkan desain ikonik tahun 80-an dengan fitur Bluetooth modern.
Di tengah dominasi algoritma playlist dan layanan streaming, musik fisik kini kembali diminati secara mengejutkan. Banyak pendengar mulai mencari retro cassette player untuk merasakan kembali sensasi memegang musik secara nyata. Fenomena ini membuktikan bahwa kualitas suara analog memiliki daya tarik yang tidak tergantikan oleh kemudahan digital.
Data tren pencarian menunjukkan lonjakan minat yang masif terhadap perangkat ini. Pencarian untuk "retro cassette player" naik lebih dari 125%, sementara kategori "retro walkman" meledak hingga 1.281%. Generasi Z dan Milenial secara aktif memburu perangkat keras yang memaksa mereka untuk menikmati album secara utuh tanpa gangguan tombol shuffle.
Keunggulan Retro Cassette Player Dibandingkan Streaming
Faktanya, mendengarkan kaset memberikan pengalaman yang lebih deliberat dan personal. Berbeda dengan Spotify yang menawarkan jutaan lagu secara instan, kaset fisik memiliki keterbatasan yang justru menjadi nilai seninya. Anda harus memilih kaset, memasukkannya ke pemutar, dan mendengarkannya sesuai urutan lagu yang telah ditentukan produser.
Kondisi ini mendorong munculnya berbagai produsen audio yang merilis pemutar kaset modern dengan teknologi mutakhir. Perangkat-perangkat baru ini hadir untuk memenuhi standar kualitas audio masa kini tanpa meninggalkan estetika retro yang ikonik.
FiiO CP13: Standar Baru Audiophile Analog
FiiO membangun reputasinya melalui perangkat DAC portabel dan amplifier berkualitas tinggi. Kini, mereka menghadirkan FiiO CP13 yang mengusung obsesi kemurnian sinyal ke dalam format kaset. Perangkat ini menggunakan jalur sinyal analog sepenuhnya, mulai dari kepala pita magnetik hingga output 3,5mm.
FiiO menyematkan roda gila (flywheel) tembaga murni berukuran 30,4mm untuk menjaga konsistensi kecepatan putaran pita. Teknologi ini secara efektif mengurangi tingkat wow and flutter ke titik terendah. Dengan baterai lithium 1800mAh yang tahan 13 jam, pemutar ini sangat cocok bagi mereka yang mengutamakan kualitas suara di atas segalanya.
We Are Rewind Edith: Perpaduan Gaya dan Konektivitas
Jika FiiO mengejar kesetiaan audio, merek Prancis We Are Rewind menjadikan kaset sebagai objek budaya yang modis. Model "Edith" hadir dengan kombinasi warna merah muda dan hijau yang memikat mata. Casing aluminiumnya memberikan kesan premium dan kokoh saat digenggam.
Berbeda dengan model tradisional, Edith telah dilengkapi dengan Bluetooth 5.1 untuk koneksi ke headphone nirkabel. Perangkat ini juga memiliki kemampuan merekam suara secara stereo melalui jack 3,5mm ke kaset Tipe I. Inovasi ini memungkinkan pengguna untuk membuat mixtape sendiri dengan sentuhan teknologi modern.
Masa Depan Musik Analog di Era Digital
Kembalinya minat terhadap retro cassette player bukanlah sekadar tren nostalgia sesaat. Fenomena ini mencerminkan kebutuhan manusia akan koneksi fisik dengan karya seni yang mereka konsumsi. Saat dunia semakin jenuh dengan konten digital yang tak terbatas, keterbatasan fisik dari kaset justru memberikan ketenangan tersendiri bagi pendengarnya.
Para produsen kini terus berinovasi untuk menyempurnakan mekanisme pemutar kaset agar lebih tahan lama dan efisien. Dengan dukungan pengisian daya USB-C dan komponen internal yang lebih presisi, era keemasan kaset tampaknya akan bertahan jauh lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya.