Tablet Brax open_slate: Modular, Aman, dan Tanpa Google
- Istimewa
- Desain modular memungkinkan pengguna mengganti komponen storage (M.2) dan baterai secara mandiri.
- Keamanan privasi tingkat tinggi melalui kill switch fisik untuk mematikan kamera hingga sensor GPS.
- Menggunakan sistem operasi BraxOS (Android tanpa Google) dengan dukungan Linux Ubuntu di masa depan.
Mayoritas tablet modern hadir sebagai perangkat tertutup yang membatasi hak kepemilikan pengguna atas perangkat kerasnya. Namun, Brax Technologies mendobrak tradisi tersebut dengan meluncurkan Brax open_slate, sebuah tablet modular yang sangat fleksibel. Perangkat ini memberikan kebebasan penuh bagi pemiliknya untuk memodifikasi komponen internal dan mengontrol privasi secara total.
Spesifikasi Hardware Brax open_slate yang Luar Biasa
Brax open_slate mengusung layar IPS 12 inci dengan resolusi tajam 1600 x 2400 piksel. Layar ini mendukung refresh rate 120Hz dan terlindungi oleh Gorilla Glass yang kokoh. Untuk menunjang produktivitas, perangkat ini juga mendukung penggunaan stylus dengan tingkat sensitivitas tekanan hingga 4.096 level.
Dapur pacunya mengandalkan MediaTek Genio 720, sebuah prosesor ARM kelas menengah yang sangat efisien. Chipset ini memadukan dua inti performa Cortex-A78 dan enam inti efisiensi Cortex-A55. Pengguna dapat memilih opsi RAM sebesar 8GB atau 16GB untuk memastikan pengalaman penggunaan yang tetap lancar.
Keunggulan Modularitas dan Baterai Bongkar Pasang
Hal yang paling membedakan Brax open_slate dari kompetitornya adalah kehadiran slot M.2 2280 di dalam sasisnya. Slot standar laptop ini memungkinkan pengguna menambah kapasitas penyimpanan atau memasang kartu jaringan tambahan dengan mudah. Fleksibilitas ini memperpanjang usia pakai perangkat secara signifikan karena komponen dapat ditingkatkan kapan saja.
Selain itu, tablet ini memiliki baterai berkapasitas 8.000mAh yang dapat diganti sendiri oleh pengguna. Brax mengklaim baterai ini mampu bertahan hingga 20 jam penggunaan ringan. Kemudahan akses baterai ini menjadi solusi langka di tengah tren industri yang semakin menutup rapat akses komponen internal gadget.
Privasi Mutlak dengan Kill Switch Fisik dan BraxOS
Aspek keamanan menjadi nilai jual utama dari perangkat ini bagi para aktivis privasi. Brax open_slate menyertakan kill switch fisik yang berfungsi memutus aliran listrik ke modul perangkat keras tertentu. Pengguna bisa mematikan kamera, mikrofon, Wi-Fi, Bluetooth, dan GPS secara instan tanpa melalui pengaturan perangkat lunak.
Metode pemutusan fisik ini jauh lebih aman daripada sekadar menonaktifkan fitur lewat menu aplikasi. Peretas atau aplikasi jahat tidak akan bisa mengaktifkan sensor tersebut jika sakelar fisiknya berada dalam posisi mati. Pendekatan ini biasanya hanya tersedia pada laptop keamanan tinggi, bukan pada tablet konsumen biasa.
Untuk sistem operasi, tablet ini menjalankan BraxOS, sebuah versi Android yang telah dibersihkan dari layanan Google (de-Googled). Brax juga sedang mengupayakan dukungan penuh untuk sistem operasi Linux Ubuntu melalui platform pengembang MediaTek. Hal ini menjadikan perangkat ini sebagai mesin ideal bagi para pengembang atau penulis yang membutuhkan lingkungan kerja transparan.
Analisis Masa Depan Tablet Modular
Kehadiran Brax open_slate menandai pergeseran penting dalam industri teknologi konsumen. Saat perusahaan besar mendorong konsumen untuk terus membeli perangkat baru, Brax justru menawarkan keberlanjutan. Melalui desain yang mudah diperbaiki dan peningkatan komponen mandiri, tablet ini meminimalisir limbah elektronik secara efektif.
Meskipun performanya bukan ditujukan untuk menggantikan desktop kelas atas, fleksibilitasnya sangat menarik bagi ceruk pasar tertentu. Pengguna yang peduli pada kedaulatan data dan keberlanjutan perangkat keras akan melihat produk ini sebagai standar baru. Brax Technologies membuktikan bahwa perangkat mobile yang kuat bisa selaras dengan prinsip kebebasan pengguna.