Hisense ULED MiniLED 2026 Hadir dengan Refresh Rate 165Hz dan Dolby Atmos
- hisense
Dengan refresh rate tersebut, televisi mampu menampilkan gambar yang lebih mulus sekaligus mengurangi efek blur saat adegan bergerak cepat. Hasilnya, setiap gerakan terlihat lebih jelas dan natural, sehingga pengalaman menonton terasa lebih nyaman.
Hisense juga menawarkan ukuran layar yang sangat besar pada seri ini. Bahkan, ukuran layar maksimalnya mencapai 116 inci. Ukuran ini jelas dirancang untuk menghadirkan pengalaman menonton yang lebih imersif, terutama ketika digunakan untuk menonton pertandingan olahraga atau film bersama keluarga dan teman.
Selain visual, Hisense juga memberikan perhatian besar pada kualitas audio. Seri U7 dilengkapi sistem suara 2.1.2 channel dengan daya 50 watt yang sudah mendukung teknologi Dolby Atmos dan DTS Virtual:X. Dengan konfigurasi tersebut, suara yang dihasilkan terasa lebih luas dan mendalam, sehingga mampu memenuhi ruangan tanpa memerlukan speaker tambahan.
Menariknya lagi, Hisense menghadirkan dua varian sistem operasi pada seri U7. Model U7SG menjalankan Google TV, sedangkan model U7SF menggunakan platform Fire TV. Dengan pilihan ini, pengguna dapat menyesuaikan sistem smart TV sesuai preferensi masing-masing.
Selain seri U7, Hisense juga memperkenalkan Seri U6 yang ditujukan untuk konsumen yang ingin menikmati teknologi MiniLED dengan harga yang lebih terjangkau. Seri ini terdiri dari dua model utama, yakni U6SF Pro dan U6SF standar.
Meskipun berada di kelas yang lebih ekonomis, seri U6 tetap membawa sejumlah teknologi layar canggih. Televisi ini menggunakan panel Hi-QLED MiniLED yang didukung teknologi Full Array Local Dimming. Selain itu, teknologi Quantum Dot juga disematkan untuk meningkatkan akurasi warna, tingkat kecerahan, serta kontras gambar.
Dengan kombinasi teknologi tersebut, televisi ini mampu menampilkan warna yang lebih hidup serta detail yang lebih jelas pada berbagai jenis konten, mulai dari film hingga acara televisi biasa.
Seri U6 juga dilengkapi fitur optimasi gambar berbasis AI. Fitur ini bekerja dengan cara menganalisis konten yang sedang diputar dan menyesuaikan pengaturan gambar secara otomatis. Hasilnya, pengguna tidak perlu lagi melakukan pengaturan manual untuk mendapatkan kualitas visual yang optimal.