Perbandingan Xiaomi Robot Vacuum 6 Max vs Roborock S9 MaxV Ultra Terbaik 2026
- ilustrasi
Memilih robot vacuum terbaik saat ini bukan lagi sekadar soal spesifikasi di atas kertas. Lebih dari itu, pengguna mulai mempertimbangkan bagaimana perangkat tersebut bekerja dalam kehidupan sehari-hari. Dua nama yang sedang banyak diperbincangkan adalah Xiaomi Robot Vacuum 6 Max dan Roborock S9 MaxV Ultra. Keduanya hadir dengan pendekatan berbeda, di mana satu mengedepankan kekuatan dan inovasi, sementara yang lain menonjolkan kecerdasan serta kenyamanan penggunaan.
Seiring meningkatnya kebutuhan akan perangkat rumah pintar, perbandingan ini menjadi relevan, terutama bagi pengguna yang ingin mendapatkan keseimbangan antara performa dan kemudahan.
Dari sisi fitur utama, Xiaomi Robot Vacuum 6 Max tampil menonjol berkat daya hisap yang sangat besar mencapai 35.000 Pa. Sementara itu, Roborock S9 MaxV Ultra menawarkan daya hisap 22.000 Pa, yang meski lebih kecil, tetap kompetitif berkat optimalisasi sistemnya. Dalam hal navigasi, Roborock unggul karena mengombinasikan teknologi AI reaktif dengan LiDAR, sehingga lebih stabil saat digunakan di berbagai kondisi ruangan. Sebaliknya, Xiaomi lebih agresif dalam pengenalan objek dengan kemampuan mendeteksi ratusan jenis benda dan permukaan.
Masuk ke bagian desain dan sistem pembersihan, Xiaomi mengambil langkah berani dengan menghadirkan tiga lengan robotik yang mampu menyapu, mengikis, dan mengepel secara bersamaan. Selain itu, sistem air dengan 16 lubang membuat pel tetap lembap secara konsisten, sehingga proses pembersihan terasa lebih intens. Dengan kata lain, perangkat ini tidak hanya menyapu, tetapi benar-benar “mengolah” kotoran.
Di sisi lain, Roborock S9 MaxV Ultra mengusung pendekatan yang lebih halus. Teknologi VibraRise 4.0 memungkinkan pel bergetar hingga 4.000 kali per menit, memberikan hasil pembersihan yang lebih presisi. Ditambah lagi, fitur pel yang bisa terangkat otomatis saat mendeteksi karpet membuatnya lebih aman untuk berbagai jenis lantai. Dengan demikian, Roborock terasa lebih cocok untuk penggunaan harian yang praktis.
Ketika membahas performa pembersihan, Xiaomi jelas unggul dalam hal tenaga mentah. Daya hisap besar yang dipadukan dengan sikat anti kusut menjadikannya ideal untuk rumah dengan banyak rambut atau debu tebal. Bahkan, perangkat ini dirancang untuk menghindari penyumbatan, yang sering menjadi masalah pada robot vacuum.
Namun demikian, Roborock tidak bisa dianggap remeh. Meski daya hisapnya lebih kecil, kombinasi antara penyedotan dan pel ultrasonik menghasilkan pembersihan yang lebih seimbang. Artinya, bukan hanya kuat, tetapi juga efisien dalam menjaga kebersihan secara menyeluruh.
Selanjutnya, pada aspek navigasi dan kecerdasan buatan, Xiaomi menghadirkan sistem AI yang mampu mengenali hingga 280 objek dan puluhan jenis kotoran. Hal ini membuatnya sangat adaptif di ruangan yang kompleks atau penuh barang. Dengan dukungan tiga kamera, robot ini dapat menghindari rintangan dengan cukup baik.
Sebaliknya, Roborock mengandalkan pendekatan hybrid dengan AI reaktif, LiDAR, kamera RGB, serta cahaya terstruktur. Kombinasi ini memberikan akurasi yang lebih stabil, bahkan dalam kondisi minim cahaya. Oleh karena itu, meskipun Xiaomi lebih ambisius, Roborock dinilai lebih konsisten dalam penggunaan nyata.
Beranjak ke fitur pintar dan otomatisasi, perbedaan keduanya semakin terasa. Xiaomi memang sudah dilengkapi aplikasi Mi Home, kontrol suara Xiao Ai, serta fitur pemantauan hewan peliharaan. Akan tetapi, perangkat ini belum memiliki sistem dock otomatis yang benar-benar mandiri.
Sementara itu, Roborock S9 MaxV Ultra hadir dengan RockDock Ultra 2.0 yang sangat canggih. Dock ini mampu mencuci pel, mengeringkannya dengan udara panas, mengisi ulang air, hingga menambahkan deterjen secara otomatis. Selain itu, dukungan terhadap Alexa, Siri, dan Google Home membuatnya lebih fleksibel dalam ekosistem smart home. Dengan kata lain, pengguna hampir tidak perlu campur tangan sama sekali.
Dalam penggunaan sehari-hari, Xiaomi menunjukkan keunggulan dari sisi perangkat keras. Kemampuannya melewati rintangan hingga 6 cm membuatnya cocok untuk rumah dengan banyak perbedaan tinggi lantai. Selain itu, desainnya memungkinkan menjangkau area sempit seperti bawah furnitur.
Sebaliknya, Roborock lebih fokus pada kenyamanan. Pengisian daya yang lebih cerdas, penjadwalan otomatis, serta minimnya kebutuhan perawatan menjadikannya pilihan ideal bagi pengguna yang tidak ingin repot.
Dari segi harga, Xiaomi Robot Vacuum 6 Max jelas lebih ramah di kantong dengan kisaran harga sekitar ¥4.899 atau setara Rp10 jutaan. Di sisi lain, Roborock S9 MaxV Ultra berada di kelas premium dengan harga sekitar ¥11.700 atau lebih dari Rp20 jutaan. Perbedaan ini cukup signifikan, sehingga pilihan akan sangat bergantung pada kebutuhan dan anggaran.
Jika dilihat dari nilai yang ditawarkan, Xiaomi menjadi opsi menarik bagi pengguna yang menginginkan performa tinggi dengan harga lebih terjangkau. Namun, Roborock menawarkan pengalaman premium yang sulit ditandingi, terutama dalam hal otomatisasi dan kenyamanan.
Pada akhirnya, keputusan kembali pada prioritas masing-masing pengguna. Jika Anda mengutamakan daya hisap kuat, teknologi AI canggih, serta kemampuan membersihkan secara agresif, maka Xiaomi Robot Vacuum 6 Max adalah pilihan yang tepat. Namun, jika Anda lebih menginginkan kemudahan, sistem otomatis penuh, dan performa yang stabil di berbagai kondisi, maka Roborock S9 MaxV Ultra layak dipertimbangkan meski harganya lebih tinggi.
Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, kedua perangkat ini menunjukkan bahwa robot vacuum bukan lagi sekadar alat bantu, melainkan bagian penting dari gaya hidup modern yang serba praktis.