Microsoft Rilis Copilot Cowork: AI Agentik Makin Canggih

Microsoft Rilis Copilot Cowork: AI Agentik Makin Canggih
Sumber :
  • Microsoft

Roma Mk. 1: Timer Pomodoro Analog Kayu Anti Distraksi HP
  • Microsoft resmi merilis Copilot Cowork melalui akses awal di program Frontier untuk pengguna profesional.
  • Fitur "Critique" terbaru menggabungkan kekuatan model OpenAI GPT dan Anthropic Claude untuk akurasi data.
  • Pembaruan ini merupakan bagian dari "Wave 3" Microsoft 365 untuk mengubah AI dari sekadar asisten menjadi rekan kerja aktif.

Bocoran Desain HyperOS 4 Terungkap Lewat Keyboard Beta

Microsoft baru saja meluncurkan Microsoft Copilot Cowork, sebuah agen AI pintar yang dirancang untuk menangani tugas kompleks di ekosistem Microsoft 365. Teknologi yang berbasis pada Claude Cowork milik Anthropic ini kini tersedia melalui akses awal di program Frontier. Langkah ini bertujuan membantu pengguna melakukan perencanaan, analisis, hingga pengambilan keputusan kerja yang lebih cepat dan akurat.

Cara Kerja Microsoft Copilot Cowork dalam Workflow

Riset UK: AI Agent Mulai Berbohong dan Manipulasi Pengguna

Microsoft Copilot Cowork bukan sekadar chatbot biasa, melainkan alat AI agentik yang mampu menangani tugas multi-langkah secara mandiri. Pengguna hanya perlu mendeskripsikan hasil akhir yang mereka inginkan. Setelah itu, AI akan menyusun rencana kerja dan mengeksekusinya secara transparan di dalam dokumen atau alur kerja pengguna.

Selain menangani permintaan satu kali, alat ini juga mampu mengotomatisasi alur kerja berulang. Contohnya, Copilot dapat melakukan tinjauan anggaran bulanan secara otomatis tanpa intervensi manual yang intens. Pengguna tetap memegang kendali penuh karena mereka bisa mengarahkan ulang langkah AI kapan saja saat proses berlangsung.

Inovasi Fitur Researcher: Kolaborasi GPT dan Claude

Microsoft juga menyuntikkan pembaruan signifikan pada fitur Researcher di dalam Copilot. Salah satu fitur unggulannya adalah "Critique". Fitur ini memungkinkan dua model AI raksasa bekerja sama dalam satu tugas yang sama guna meminimalkan kesalahan informasi.

Dalam sistem ini, model GPT dari OpenAI akan menghasilkan draf respons awal. Kemudian, model Claude dari Anthropic akan meninjau draf tersebut untuk memastikan kualitas dan akurasi sebelum sampai ke tangan pengguna. Integrasi ini terbukti meningkatkan skor akurasi alat Researcher sebesar 13,8% pada benchmark DRACO.

Selain itu, terdapat fitur "Council" yang memberikan perspektif luas bagi pengguna. Fitur ini memungkinkan pengguna menarik respons dari berbagai model AI yang berbeda dan membandingkannya secara berdampingan. Dengan begitu, Anda bisa melihat perbedaan poin unik atau kesepakatan antar model AI dalam menjawab satu pertanyaan sulit.

Halaman Selanjutnya
img_title