MacBook Terburuk Soal Perbaikan, Apple Juru Kunci Skor PIRG
- iFixit
- Laporan U.S. PIRG 2026 menempatkan laptop Apple MacBook di posisi terakhir dalam hal kemudahan perbaikan.
- Apple mendapatkan skor C-, tertinggal jauh dari pesaing utama seperti ASUS dan Acer.
- Kriteria penilaian mencakup tingkat kesulitan pembongkaran perangkat hingga ketersediaan suku cadang asli.
Produk laptop Apple MacBook kembali menjadi sorotan tajam karena menyandang predikat sebagai perangkat yang paling sulit diperbaiki di pasar. Berdasarkan laporan tahunan "Failing the Fix" edisi 2026, raksasa teknologi asal Cupertino ini terpuruk di posisi juru kunci. Meski Apple menunjukkan kemajuan pada lini iPhone, nyatanya laptop Apple MacBook masih belum memberikan kemudahan bagi konsumen yang ingin melakukan servis mandiri.
Skor Reparasi Laptop Apple MacBook Paling Rendah
Laporan terbaru dari U.S. PIRG Education Fund mengungkap stagnasi besar dalam ekosistem laptop Apple MacBook. Organisasi konsumen tersebut memberikan nilai C- untuk MacBook, menempatkannya di bawah semua merek besar lainnya. Sebagai perbandingan, ASUS memimpin pasar dengan nilai B+, diikuti oleh Acer yang memperoleh nilai B. Merek populer lain seperti HP, Dell, Samsung, dan Microsoft kompak meraih nilai B-, sementara Lenovo berada di angka C.
PIRG menyatakan secara langsung bahwa Apple akhirnya berada di posisi terakhir di antara merek laptop yang masuk dalam penilaian. Tidak ada perubahan nilai yang signifikan bagi Apple dari tahun 2025 ke 2026. Kondisi ini mempertegas bahwa perbaikan laptop secara keseluruhan cenderung jalan di tempat tanpa inovasi yang memudahkan pengguna.
Mengapa MacBook Sangat Sulit Dibongkar?
Penilaian ini menggunakan indeks perbaikan dari Prancis untuk mengukur tingkat kesulitan teknis sebuah perangkat. Parameter utama meliputi tingkat kerumitan pembongkaran, ketersediaan suku cadang, hingga dukungan dokumentasi teknis dan perangkat lunak. Pembongkaran perangkat mendapat bobot nilai paling besar karena menjadi tantangan nyata yang dihadapi konsumen di dunia nyata.
Desain laptop Apple MacBook seringkali menyulitkan akses ke komponen internal karena penggunaan baut khusus dan perekat yang kuat. Selain itu, ketersediaan suku cadang asli untuk pihak ketiga masih menjadi kendala utama bagi para teknisi independen. Hal ini membuat biaya servis resmi tetap tinggi dan membatasi pilihan konsumen dalam merawat perangkat mereka.