Bocor! Chip NVIDIA N1 Tantang Intel & AMD dengan RAM 128GB
- Goofish
- Bocoran motherboard prototipe Chip NVIDIA N1 muncul di platform jual beli Goofish, Tiongkok.
- Perangkat ini mendukung konfigurasi RAM hingga 128GB yang mengelilingi prosesor utama.
- Chip hasil kolaborasi dengan MediaTek ini menargetkan pasar laptop gaming tipis berperforma tinggi.
Industri teknologi baru saja mendapatkan kejutan besar lewat kemunculan prototipe misterius yang diduga kuat sebagai Chip NVIDIA N1. Sebuah listing produk di platform barang bekas Tiongkok memperlihatkan motherboard sampel rekayasa yang membawa System-on-Chip (SoC) terbaru besutan NVIDIA. Penemuan ini memperkuat rumor bahwa NVIDIA sedang mempersiapkan serangan besar ke pasar prosesor laptop untuk menantang dominasi pemain lama.
Bedah Spek Motherboard Prototipe Chip NVIDIA N1
Layout motherboard ini menunjukkan desain yang sangat ramping, khas perangkat laptop gaming modern atau tablet kelas atas. Bagian yang paling mencolok adalah kehadiran delapan modul RAM yang mengelilingi unit prosesor. Konfigurasi tersebut memungkinkan kapasitas total memori mencapai 128GB, sebuah angka yang sangat masif untuk standar perangkat portabel saat ini.
Selain dukungan memori yang fleksibel, papan sirkuit ini juga memiliki kelengkapan fitur yang sangat solid. Pengguna dapat melihat dua slot M.2 untuk penyimpanan super cepat serta modul Wi-Fi terintegrasi. Tersedia pula berbagai port penting seperti HDMI, USB-C, dan jack headphone untuk kebutuhan konektivitas harian.
Kolaborasi Strategis MediaTek dan NVIDIA
Menariknya, terdapat potongan besar pada komponen fisik yang mengindikasikan penggunaan sistem pendingin tipe blower. Hal ini menandakan bahwa Chip NVIDIA N1 membutuhkan aliran udara yang serius untuk menjaga performa tetap optimal saat beban kerja tinggi. Penggunaan sistem pendingin ini mempertegas fokus NVIDIA pada performa maksimal tanpa kompromi.
CEO NVIDIA, Jensen Huang, sebelumnya telah mengonfirmasi kerja sama strategis dengan MediaTek untuk mengembangkan silikon PC terbaru. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem baru yang mampu bersaing langsung dengan Intel Core Ultra Series dan AMD Ryzen AI. Selain itu, NVIDIA juga mengincar persaingan dengan chip Snapdragon X milik Qualcomm yang belakangan populer.