Microsoft Surface Pro 12 Tertunda, Harga Bakal Naik Drastis?
- Microsoft
- Peluncuran Microsoft Surface Pro 12 dan Laptop 8 dilaporkan mundur sekitar satu bulan dari jadwal semula.
- Bocoran harga dari peritel menunjukkan potensi kenaikan biaya hingga 65 persen dibanding model sebelumnya.
- Perangkat baru ini akan membawa opsi prosesor Intel Panther Lake dan Qualcomm Snapdragon X2 dengan layar OLED.
Kabar kurang sedap menghampiri para penggemar produk Microsoft. Peluncuran Microsoft Surface Pro 12 kabarnya resmi mengalami penundaan. Leaker ternama, Roland Quandt, mengungkapkan bahwa jadwal rilis perangkat ini mundur sekitar satu bulan dari rencana awal.
Selain penundaan waktu, calon pembeli juga harus bersiap menghadapi potensi lonjakan harga. Bocoran terbaru mengisyaratkan bahwa banderol harga perangkat baru ini akan jauh lebih mahal. Situasi ini tentu menjadi tantangan berat bagi konsumen yang telah menanti pembaruan hardware dari raksasa teknologi tersebut.
Spesifikasi Baru Microsoft Surface Pro 12 dan Laptop 8
Meskipun jadwal rilis berubah, lini produk terbaru ini tetap membawa peningkatan signifikan. Microsoft Surface Laptop 8 dan Surface Pro 12 akan tersedia dalam dua pilihan prosesor utama. Konsumen bisa memilih antara kekuatan Intel atau efisiensi arsitektur ARM dari Qualcomm.
Penggunaan layar OLED menjadi nilai jual utama pada lini Surface Laptop 8 mendatang. Teknologi ini menjanjikan kualitas visual yang jauh lebih baik daripada model saat ini. Selain itu, Microsoft kabarnya juga sedang menyiapkan varian ukuran yang lebih ringkas untuk kedua model tersebut.
Performa Intel Panther Lake vs Snapdragon X2
Penundaan ini berdampak langsung pada model yang menggunakan prosesor Intel Panther Lake. Versi tersebut kemungkinan besar baru akan meluncur pada Juli mendatang. Sementara itu, versi Snapdragon X2 memiliki jendela peluncuran yang lebih panjang, yakni antara Juli hingga September 2026.
Hingga saat ini, Microsoft masih merahasiakan desain fisik perangkat tersebut. Belum ada gambar resmi yang bocor ke publik. Perusahaan tampaknya sangat menjaga kerahasiaan produk agar kejutan saat peluncuran tetap terjaga bagi para penggunanya.
Dampak Kenaikan Harga dan Analisis Pasar
Aspek yang paling mengkhawatirkan dari bocoran Roland Quandt adalah sektor harga. Ia menyebut label harga terbaru "sangat buruk" tanpa merinci angka pastinya. Namun, data dari peritel di Belanda memberikan gambaran yang cukup mencemaskan bagi kantong konsumen.