NASA Upgrade Laptop Baru di ISS, Pakai Spek Dewa HP ZBook G9!
- ESA
- NASA memperbarui laptop di ISS dengan model workstation HP ZBook G9 yang sangat bertenaga.
- Spesifikasi mencakup prosesor Intel Core Ultra 9, RAM 128GB, dan GPU Nvidia RTX Pro Blackwell.
- Perangkat ini menggunakan adaptor daya khusus karena ISS menggunakan sistem kelistrikan arus searah (DC).
Astronot di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) kini bisa bekerja lebih cepat berkat kehadiran laptop baru NASA di ISS. Kru Expedition 74 baru saja memulai pembaruan sistem komputer secara menyeluruh di orbit bumi. NASA mengonfirmasi pergantian perangkat lama ke workstation mobile HP ZBook G9 yang jauh lebih bertenaga. Langkah ini bertujuan mengatasi masalah kelambatan sistem yang sering menghambat produktivitas para peneliti di luar angkasa.
Spesifikasi Gahar Laptop Baru NASA di ISS
HP ZBook G9 membawa perubahan performa yang signifikan dibandingkan model lama, ZBook Fury G2. Perangkat ini dirancang khusus untuk menangani tugas berat seperti pengolahan citra dan pemantauan sistem stasiun. NASA memilih konfigurasi workstation kelas atas yang jarang orang temukan pada laptop konsumen biasa.
Jeroan Kelas Workstation dengan RAM 128GB
Laptop ini ditenagai oleh prosesor Intel Core Ultra 9 vPro HX yang sangat efisien sekaligus kencang. Dukungan GPU Nvidia RTX Pro Blackwell memastikan pengolahan data visual berjalan tanpa hambatan sedikit pun. Selain itu, penyimpanan internal sebesar 8TB dari empat SSD NVMe memberikan ruang luas bagi data riset astronot.
Adaptor Khusus untuk Listrik Luar Angkasa
Penggunaan di orbit memerlukan modifikasi teknis pada sistem daya perangkat. ISS menggunakan arus searah (DC), sehingga HP merancang adaptor AC/DC eksklusif hanya untuk kebutuhan NASA. Adaptor standar bumi tidak akan berfungsi karena perbedaan infrastruktur kelistrikan di dalam modul stasiun luar angkasa tersebut.
Masa Depan Komputasi Sebelum Deorbit 2030
Pembaruan teknologi ini menjadi salah satu penyegaran PC terakhir bagi laboratorium terapung tersebut. Saat ini, lebih dari 100 workstation HP beroperasi secara aktif untuk mendukung misi harian para astronot. Mengingat ISS akan berhenti beroperasi pada 2030, perangkat baru ini harus bertahan hingga masa pensiun tiba. Kehadiran laptop baru NASA di ISS memastikan seluruh eksperimen sains tetap berjalan optimal di sisa umur operasional stasiun.