Populix: Harbolnas 2022 Didominasi Milenial yang Nunggu Diskon

Ilustrasi belanja online di ecommerce
Sumber :
  • Negative Space/Pexels

Untuk mendapatkan informasi seputar promo Harbolnas yang akan berlangsung, sebagian besar masyarakat Indonesia terpapar informasi mengenai Harbolnas melalui media sosial seperti Instagram (64%), iklan di Youtube (49%), TikTok (39%), dan Facebook (35%). Sementara itu, 39% masyarakat menyatakan akan memperhatikan informasi dari notifikasi mobile apps, disusul iklan di televisi (37%), dan informasi dari teman atau keluarga (28%).

Tren Transaksi Online di 2022, Bersiap Tumbuh di 2023

Metode Pembayaran dan Tipe Pengiriman Pilihan Masyarakat

Penggunaan metode pembayaran digital (cashless) telah menjadi preferensi utama masyarakat. Hal ini tercermin dari hasil survei yang menunjukkan bahwa 68% masyarakat memilih menggunakan e-wallet ketika berbelanja selama Harbolnas, diikuti transfer bank (49%), dan paylater (25%). Namun di tengah tingginya penggunaan metode pembayaran digital tersebut, survei juga menunjukkan bahwa 46% masyarakat Indonesia masih mengandalkan metode cash on delivery (COD).

Ecommerce Punya Harbolnas, Titipku Ada Harpolnas

Metode ini masih dipilih sebagian besar masyarakat terutama mereka yang belum terbiasa atau familiar dengan mekanisme belanja online. Di sisi lain, metode COD memiliki beberapa keunggulan sendiri, seperti memungkinkan masyarakat untuk mengecek terlebih dahulu apakah produk yang dikirimkan sesuai pesanan atau tidak, serta dapat menjadi opsi bagi kelompok masyarakat yang masih non-bankable (tidak memiliki rekening bank) atau masyarakat yang sudah bankable tetapi belum memahami metode pembayaran digital atau online. 

Dalam hal metode pengiriman produk yang dibeli selama Harbolnas, tipe pengiriman reguler (71%) dan cash on delivery (46%) adalah tipe yang paling banyak dipilih masyarakat, diikuti dengan tipe pengiriman ekonomis atau hemat (32%), instant (19%), dan sameday (16%). Sementara itu, jasa pengiriman yang sering digunakan oleh masyarakat meliputi J&T (77%), SiCepat (62%), JNE (53%), AnterAja (36%), dan Ninja Express (22%).

Survei Populix: 71% Orang Berinvestasi Melalui Aplikasi

Di tengah tingginya minat masyarakat dalam menyambut Harbolnas, terdapat 16% masyarakat yang menyatakan bahwa mereka tidak akan berbelanja pada momentum tersebut. Beberapa alasan yang mendorong mereka meliputi tidak ada barang yang ingin dibeli (61%), tidak ada anggaran untuk berbelanja (34%), promo Harbolnas dirasa kurang menarik (12%), dan lebih menyukai berbelanja langsung ke toko offline (10%).

“Sebagai bentuk komitmen Populix untuk menyederhanakan proses riset bagi para pelaku bisnis, kami memiliki platform survei online bernama Poplite by Populix. Dengan Poplite, pelaku bisnis dapat membuat survei cepat dan sederhana untuk lebih memahami tren dan kebutuhan masyarakat sebagai acuan dalam mengambil keputusan bisnis mereka menyambut momentum Harbolnas mendatang. Dengan demikian, kampanye dan promosi yang dirancang diharapkan dapat berjalan tepat sasaran dan bisa memenangkan pasar," tutup Timothy.