Baterai Awet dan Performa Monster, Ini 6 Tren Android Flagship 2025!
- Dimensidata
Gadget – Gelombang pertama smartphone Android generasi terbaru telah meluncur, dipimpin oleh pemain besar seperti HONOR, OnePlus, OPPO, dan lainnya. Namun, ini baru permulaan. Tahun 2025 diprediksi akan menghadirkan lebih banyak smartphone flagship dengan inovasi mutakhir. Apa saja yang bisa diharapkan dari tren tersebut? Berikut ulasannya.
1. Baterai yang Jauh Lebih Tahan Lama
Salah satu peningkatan paling mencolok dari smartphone 2025 adalah daya tahan baterai yang lebih lama. Hal ini didukung oleh penggunaan baterai silikon yang menawarkan kapasitas lebih besar dalam ukuran yang sama dibandingkan baterai lithium.
Sebagai contoh, vivo X200 Pro Mini hadir dengan layar 6,39 inci tetapi dibekali baterai 5.700mAh. Sementara itu, realme GT7 Pro mengemas baterai 6.500mAh dalam desain ramping.
Prosesor terbaru seperti Snapdragon 8 Elite dan MediaTek Dimensity 9400 juga berkontribusi besar pada efisiensi daya. Dibangun dengan proses fabrikasi TSMC 3nm, prosesor ini diklaim 40-44% lebih hemat energi dibandingkan generasi sebelumnya.
Dalam pengujian, ASUS ROG Phone 9 Pro menunjukkan peningkatan signifikan, terutama untuk panggilan Zoom (+30%), pemutaran video 4K (+30%), dan browsing web (+46%). Dengan kombinasi baterai besar dan efisiensi prosesor, ketahanan baterai 2025 akan menjadi salah satu daya tarik utama.
2. Lompatan Besar dalam Performa
Performa menjadi sorotan utama dengan hadirnya CPU kustom Oryon pada Snapdragon 8 Elite. Dalam pengujian, realme GT7 Pro hampir memenuhi klaim Qualcomm soal peningkatan 45% di CPU dan GPU.
Sementara itu, MediaTek Dimensity 9400 lebih menonjol di sektor GPU. Pada pengujian OPPO Find X8 Pro, perangkat ini tampil impresif dalam uji stres GPU sambil menjaga suhu tetap rendah. Hal ini menjadikannya pilihan menarik untuk gamer mobile.
3. Desain Tipis Kembali Tren (Sayangnya)
Desain tipis tampaknya akan kembali menjadi perhatian, didorong oleh rumor iPhone 17 Air dan Galaxy S25 Slim. Namun, tren ini berisiko mengorbankan kapasitas baterai dan meningkatkan suhu perangkat.
Produsen seperti Apple dan Samsung diharapkan memimpin, sementara merek lain kemungkinan akan mengikuti. Meski menarik secara estetika, dampaknya terhadap performa dan daya tahan baterai perlu dipertimbangkan.