Virus HP Pertama yang Guncang Dunia! Cabir, Ancaman Siber yang Lahir di 2005

Virus HP Pertama yang Guncang Dunia! Cabir, Ancaman Siber yang Lahir di 2005
Sumber :
  • Kim Komando

Gadget – Di era digital yang semakin canggih, ancaman virus pada perangkat mobile terus berkembang pesat. Tak hanya mengganggu, virus bisa mencuri data pribadi, merusak sistem, hingga mengakses perangkat tanpa izin. Namun, tahukah Anda bahwa ancaman virus di HP bukanlah hal baru? Lebih dari dua dekade lalu, dunia pertama kali dikejutkan oleh virus ponsel pertama bernama Cabir.

17,5 Juta Data Pengguna Instagram Bocor, Cek Risiko Keamanan Anda!

Virus ini menjadi awal mula era baru dalam keamanan digital, membuktikan bahwa perangkat seluler juga rentan terhadap serangan siber. Lantas, bagaimana cara kerja virus ini dan seberapa besar dampaknya pada dunia teknologi? Simak ulasannya berikut ini!

Awal Mula Kemunculan Cabir

Grok AI Dibatasi X Premium, Kemkomdigi Blokir: Efektifkah?

Pada 23 Februari 2005, komunitas teknologi dikejutkan oleh penemuan virus HP pertama yang diberi nama Cabir. Virus ini tidak hanya menandai era baru ancaman siber, tetapi juga menjadi peringatan bagi pengguna gadget bahwa perangkat seluler tidak lagi aman dari serangan digital.

Cabir dirancang untuk menyerang ponsel berbasis Symbian, sistem operasi yang saat itu menguasai pasar smartphone. Virus ini dikategorikan sebagai worm atau cacing digital yang menyebar melalui file .SIS, format standar instalasi aplikasi Symbian.

Grok Diblokir! Indonesia Ambil Langkah Tegas Lawan Deepfake Seksual

Ketika pengguna tanpa sadar menginstal file yang telah terinfeksi Cabir, virus ini akan mulai aktif dan menampilkan pesan bertuliskan "Caribe" di layar perangkat. Ini menjadi tanda utama bahwa ponsel telah terjangkit virus, meski efeknya tidak langsung merusak sistem.

Gejala Infeksi Cabir di HP

Meskipun terlihat sederhana, Cabir bisa mengganggu performa perangkat dengan beberapa gejala yang cukup mengkhawatirkan, seperti:

  • Kinerja ponsel melambat, membuat perangkat kurang responsif
  • Baterai lebih boros, karena virus berjalan di latar belakang dan terus mengirimkan sinyal Bluetooth
  • Perangkat sering restart sendiri, menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna
  • Notifikasi "Caribe" muncul terus-menerus, sebagai indikasi bahwa virus masih aktif di dalam sistem

Bahkan dalam beberapa kasus, ponsel yang terinfeksi bisa mengalami hang atau crash, sehingga sulit digunakan secara normal. Inilah yang membuat Cabir menjadi perhatian utama para ahli keamanan saat itu.

Cara Cabir Menyebar: Memanfaatkan Bluetooth

Salah satu metode penyebaran virus Cabir yang unik adalah melalui koneksi Bluetooth. Pada masa itu, Bluetooth menjadi fitur populer yang digunakan banyak orang untuk bertukar file dan menghubungkan perangkat. Celah inilah yang dimanfaatkan oleh Cabir untuk memperbanyak diri.

Halaman Selanjutnya
img_title