Bukan Radiasi, 7 Kebiasaan Sepele di Depan Layar Ini Ternyata Pemicu Utama Mata Minus
- Canva
Transisi pentingnya, terapkan aturan 20-20-20: setiap 20 menit, alihkan pandangan dari layar gawai untuk melihat objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik. Ini memberikan kesempatan bagi otot mata untuk rileks.
3. Menggunakan Gawai di Tempat Gelap
Siapa yang tidak suka scrolling media sosial sebelum tidur dalam kondisi lampu mati? Sayangnya, ini adalah salah satu kebiasaan buruk yang paling merusak. Kontras yang ekstrem antara cahaya terang dari layar dan kegelapan di sekitarnya membuat pupil mata bekerja keras dan menyebabkan ketegangan mata yang parah.
4. Durasi Layar Berlebihan (Screen Time Junkie)
Sama seperti tubuh yang butuh istirahat, mata juga memiliki batas kemampuannya. Menghabiskan waktu berjam-jam tanpa jeda di depan layar memaksa mata bekerja terus-menerus. Akumulasi dari kelelahan inilah yang berisiko tinggi memicu munculnya atau bertambah parahnya mata minus.
5. Posisi Layar yang Salah
Posisi layar ideal adalah sedikit di bawah level mata. Jika layar terlalu tinggi, kita cenderung membuka mata lebih lebar, yang mempercepat penguapan air mata. Sebaliknya, jika terlalu rendah, dapat menyebabkan ketegangan pada leher dan bahu, yang secara tidak langsung juga memengaruhi kenyamanan mata.
6. Mengabaikan Gejala Awal Mata Lelah
Gejala seperti mata berair, pandangan kabur sesaat, atau sakit kepala setelah menatap layar adalah sinyal dari tubuh. Sayangnya, banyak yang mengabaikannya dan terus memaksakan diri. Mengabaikan tanda-tanda ini sama saja dengan membiarkan kerusakan pada kesehatan mata terus berlanjut.
7. Kualitas Pencahayaan Ruangan yang Buruk
Selain menghindari kegelapan total, pastikan juga ruangan tempat Anda bekerja memiliki pencahayaan yang cukup. Hindari pantulan cahaya atau glare dari jendela atau lampu yang langsung mengenai layar Anda. Pencahayaan yang tidak memadai memaksa mata bekerja lebih keras untuk melihat detail di layar gawai.
Langkah Proaktif Menjaga Kesehatan Mata dari Ancaman Mata Minus
Pada akhirnya, menjaga kesehatan mata di era digital bukanlah tentang menghindari teknologi, melainkan tentang menjadi pengguna yang lebih cerdas dan sadar. Memahami bahwa penyebab mata minus lebih banyak datang dari kebiasaan buruk adalah langkah pertama menuju perubahan.