Hebat, Xiaomi Makin Meroket! Ponsel Favorit Anak Muda Ini Bikin Realme & Infinix Keteteran

Xiaomi Kuasai Pasar Smartphone Indonesia 2025
Sumber :
  • lifeworks

Tantangan untuk Realme dan Infinix

Perang Harga! 5 HP Rp2 Jutaan RAM 8GB Terbaik 2026 Wajib Lirik

Di sisi lain, Realme dan Infinix sebenarnya juga memiliki kelebihan masing-masing. Realme cukup dikenal dengan antarmuka yang bersih dan minim iklan. Sementara itu, Infinix populer berkat ponsel dengan harga terjangkau. Namun, keduanya masih memiliki keterbatasan.

Realme, meskipun potensial, belum mampu menyaingi distribusi dan promosi masif Xiaomi. Sedangkan Infinix, meski menawarkan harga murah, masih menghadapi tantangan dalam membangun brand awareness yang kuat di pasar Indonesia.

Xiaomi Siapkan Redmi K90 Ultra dengan Kipas Bawaan, Lawan Baru RedMagic!

Menariknya, baik Xiaomi maupun Infinix sama-sama mendapat kritik dari pengguna terkait banyaknya iklan di antarmuka sistem. Namun, sebagian besar konsumen menilai Xiaomi tetap unggul karena memiliki ekosistem modding yang lebih matang dan dukungan komunitas yang lebih besar.

Gambaran Perbandingan

Xiaomi Luncurkan Mesin Cuci Mijia Pro 12kg dengan Teknologi Elektrolisis Super!

Untuk memudahkan, berikut rangkuman pangsa pasar kuartal kedua 2025:

  • Xiaomi berada di puncak dengan sekitar 21 persen. Kelebihannya terletak pada variasi produk yang luas, strategi promosi agresif, distribusi merata, serta dukungan komunitas yang kuat.

  • Realme berada di posisi tengah dengan pangsa pasar 12 persen. Potensinya cukup besar, tetapi jaringan distribusi dan promosi masih terbatas.

  • Infinix masuk dalam kelompok “lainnya” dengan total pangsa kurang dari 15 persen. Keunggulannya ada pada harga yang ramah di kantong, namun brand awareness serta dukungan purna jual masih kalah dibanding Xiaomi.

Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa Xiaomi berhasil memanfaatkan kombinasi strategi harga, distribusi, inovasi produk, serta dukungan komunitas untuk mempertahankan dominasinya. Sementara itu, Realme dan Infinix masih perlu memperkuat identitas merek serta memperluas jaringan distribusi jika ingin menantang posisi Xiaomi.

Dengan tren yang terus berubah dan persaingan semakin ketat, menarik untuk ditunggu bagaimana strategi masing-masing merek pada paruh kedua 2025. Namun, untuk saat ini, jelas bahwa Xiaomi masih menjadi primadona di pasar smartphone Indonesia.