Benchmark Ungkap Snapdragon 8 Elite Jauh Lebih Kencang dari Exynos 2400
- gizmo china
Di sektor grafis, GPU Adreno 830 mencetak skor 842.351, sedangkan Xclipse 940 hanya 662.563. Selisih 27% ini akan terasa jelas saat bermain game atau menjalankan aplikasi grafis intensif.
Memori dan pengalaman pengguna (UX) juga menunjukkan Snapdragon lebih stabil, dengan angka 437.621 untuk memori dan 354.986 untuk UX. Exynos memang tidak tertinggal terlalu jauh, tetapi tetap kalah tipis di kedua aspek ini.
Geekbench: Single-Core Snapdragon Jauh Lebih Tangguh
Perbandingan berlanjut di Geekbench. Snapdragon 8 Elite mencatat skor 3.179 untuk single-core dan 10.114 pada multi-core. Sebaliknya, Exynos 2400 hanya mampu mencapai 2.016 dan 6.683.
Perbedaan 57% di single-core menjadi poin krusial, karena memengaruhi kecepatan membuka aplikasi, responsivitas antarmuka, hingga efisiensi dalam penggunaan sehari-hari. Di sisi multi-core, Snapdragon unggul sekitar 51%, sehingga lebih siap menangani pekerjaan simultan, mulai dari editing video hingga gaming berat.
Performa Dunia Nyata: Lebih dari Sekadar Angka
Meskipun hasil benchmark cukup jelas menunjukkan dominasi Snapdragon, performa nyata juga dipengaruhi fitur lain. Misalnya, dukungan kamera. Exynos mampu mengaktifkan hingga empat kamera sekaligus dengan noise reduction yang efektif di kondisi minim cahaya. Di sisi lain, Snapdragon lebih unggul dalam pemrosesan AI untuk autofokus, autoeksposur, dan stabilisasi gambar.
Pada pengalaman gaming, GPU Adreno 830 bukan hanya lebih cepat, tetapi juga lebih hemat daya. Qualcomm melengkapi chip ini dengan teknologi Adreno Frame Motion Engine 2.0 dan Game Super Resolution 2.0 yang meningkatkan kelancaran sekaligus efisiensi.
Sementara itu, Exynos tetap memiliki kelebihan, terutama pada kecepatan unduh 5G yang lebih tinggi. Bagi pengguna yang mengandalkan koneksi seluler super cepat, ini bisa menjadi poin plus tersendiri.
Efisiensi Daya: Fabrikasi Jadi Penentu
Salah satu faktor pembeda besar adalah proses manufaktur. Snapdragon 8 Elite diproduksi dengan teknologi 3nm TSMC, yang dikenal lebih hemat daya dan stabil. Exynos 2400 masih mengandalkan 4nm Samsung, yang memang cukup baik, tetapi belum seefisien 3nm.
Efisiensi ini berdampak langsung pada ketahanan baterai. Dalam pengujian, perangkat dengan Snapdragon cenderung bertahan lebih lama meski digunakan untuk aktivitas berat, sementara Exynos sedikit lebih boros.