Ini Alasan Sebenarnya Mengapa HUAWEI Pura 80 Ultra Tidak Dukung 5G di Indonesia!
- Huawei
Gadget – Gadget – HUAWEI Pura 80 Ultra resmi meluncur di pasar Indonesia pada 17 September 2025, bersama dengan varian lainnya, yakni HUAWEI Pura 80. Smartphone ini ditawarkan dengan harga mulai dari Rp22.999.000, menjadikannya salah satu perangkat premium teratas dari HUAWEI. Melalui kerja sama dengan Blibli, konsumen dapat menikmati berbagai program penjualan eksklusif untuk dua model terbaru ini.
Sebagai penerus kesuksesan HUAWEI Pura 70 Ultra, versi terbaru ini mempertahankan dominasi di bidang fotografi, meraih peringkat pertama sebagai smartphone berkamera terbaik dunia oleh DxOMark. Namun, ada satu aspek yang mengecewakan bagi sebagian penggemar gadget—absennya dukungan jaringan 5G pada versi internasional.
Di era di mana teknologi 5G semakin menjadi standar baru, keputusan ini tentu memunculkan banyak pertanyaan. Mengapa sebuah smartphone flagship seharga Rp20 jutaan lebih hanya mendukung jaringan 4G di pasar luar China? Berikut adalah beberapa alasan utama di balik keputusan tersebut.
1. Sanksi Dagang Terhadap HUAWEI
Salah satu faktor utama yang mendasari ketiadaan dukungan 5G adalah adanya sanksi dagang yang diterapkan Amerika Serikat terhadap HUAWEI sejak tahun 2019. Sanksi ini membatasi akses HUAWEI terhadap komponen-komponen teknologi AS, termasuk modem 5G yang biasanya diproduksi oleh Qualcomm atau disertakan melalui lisensi ARM.
Kondisi ini membuat HUAWEI kesulitan dalam menyediakan versi global yang sepenuhnya mendukung teknologi 5G. Selain itu, isu keamanan siber juga ikut memperburuk situasi. Beberapa negara Barat melarang penggunaan perangkat HUAWEI dalam infrastruktur 5G mereka karena potensi risiko keamanan data. Regulasi ketat ini memaksa HUAWEI untuk menyesuaikan produk mereka agar tetap bisa dipasarkan secara luas.
Akibatnya, fitur 5G pada HUAWEI Pura 80 Ultra versi internasional kemungkinan besar dinonaktifkan melalui software atau bahkan menggunakan varian chipset berbeda. Langkah ini diambil untuk menghindari hambatan izin dan sertifikasi di berbagai negara.
2. Kemampuan 5G Tidak Diaktifkan pada Versi Internasional
Meskipun HUAWEI Pura 80 Ultra didukung oleh chipset Kirin 9020 yang mampu mendukung 5G di pasar China, hal serupa tidak berlaku untuk versi internasional. Ada kemungkinan HUAWEI menggunakan varian chipset yang telah dimodifikasi atau mematikan modul 5G melalui software untuk menyesuaikan kondisi pasar regional.
Selain masalah hardware, sertifikasi frekuensi 5G di setiap negara juga menjadi tantangan tersendiri. Setiap negara memiliki band frekuensi 5G yang berbeda-beda, sehingga produsen harus melakukan penyesuaian teknis dan memperoleh sertifikasi operator lokal. Proses ini membutuhkan biaya tinggi serta waktu yang cukup lama, membuat HUAWEI lebih memilih untuk merilis versi 4G di pasar tertentu demi efisiensi operasional.
3. Penetrasi Jaringan 5G Masih Terbatas di Negara Berkembang
Penetrasi jaringan 5G di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, masih sangat terbatas. Menurut data dari GoodStats, layanan 5G di Indonesia baru tersedia di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Makassar, dengan cakupan yang belum merata. Contohnya, Kota Surakarta mencatat penetrasi 5G sebesar 99,09%, sementara Jakarta Pusat hanya sekitar 83,49%.
Selain itu, adopsi perangkat 5G di kalangan konsumen juga masih rendah karena harga smartphone berteknologi 5G relatif mahal. Hal ini membuat jaringan 4G tetap menjadi pilihan utama dalam aktivitas digital sehari-hari.
Dalam konteks ini, strategi HUAWEI terlihat cukup realistis. Alih-alih memaksakan dukungan 5G yang belum bisa dinikmati secara luas oleh pengguna di Indonesia, mereka lebih fokus pada keunggulan lain seperti kualitas kamera superior, desain premium, serta integrasi ekosistem. Pendekatan ini memungkinkan HUAWEI tetap kompetitif di segmen flagship tanpa harus menanggung biaya tambahan untuk sertifikasi 5G maupun menghadapi hambatan politik di berbagai negara.
Kesimpulan
Absennya dukungan 5G pada HUAWEI Pura 80 Ultra versi global merupakan hasil dari kombinasi faktor geopolitik, keterbatasan teknologi, regulasi sertifikasi, serta pertimbangan bisnis. Meski hal ini membuatnya tampak tertinggal dibandingkan kompetitor sekelas, HUAWEI tetap menawarkan nilai tambah lain, seperti pengalaman fotografi terbaik dan desain menawan.
Bagi sebagian konsumen, kekurangan ini mungkin tidak terlalu mengganggu, terutama jika jaringan 5G belum tersedia secara luas di wilayah mereka. Namun, bagi pengguna yang sudah terbiasa dengan konektivitas 5G atau tinggal di area dengan cakupan 5G yang luas, absennya fitur ini bisa menjadi pertimbangan serius sebelum membeli.
Pada akhirnya, keputusan untuk memiliki HUAWEI Pura 80 Ultra akan sangat bergantung pada prioritas calon pembeli. Apakah Anda lebih mementingkan kamera dan desain premium, atau justru mengutamakan konektivitas generasi terbaru yang lebih cepat?
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |