Baterai Cuma Sebentar? Apple Pilih Chip Apple Watch untuk Glasses-nya!
- wccftech
Gadget – Apple sedang berada di persimpangan krusial dalam pengembangan produk wearable terbarunya: Apple Glasses. Setelah sukses dengan Vision Pro, raksasa teknologi Cupertino kini berupaya membuat versi yang lebih ringkas, ringan, dan cocok untuk penggunaan sehari-hari. Namun, satu tantangan besar menghambat kemajuannya: daya tahan baterai.
Menurut bocoran terbaru dari sumber industri, Apple dikabarkan mengambil keputusan tak biasa menggunakan chip S10 dari lini Apple Watch sebagai otak utama smart glasses pertamanya. Keputusan ini mungkin terdengar mengejutkan, mengingat Apple memiliki chip A-series yang jauh lebih kuat. Tapi di balik langkah ini, tersembunyi strategi cerdas untuk menyeimbangkan performa, efisiensi, dan kenyamanan pengguna.
Artikel ini mengupas mengapa Apple memilih chip wearable, apa kemampuan S10 sebenarnya, dan bagaimana keputusan ini membentuk masa depan kacamata pintar Apple yang ditargetkan rilis pada 2026.
Masalah Utama Apple Glasses: Baterai yang Tak Cukup untuk Aktivitas Harian
Sejak awal, Apple menyadari bahwa smart glasses tidak boleh terasa seperti "gadget" harus nyaman seperti kacamata biasa. Artinya, perangkat harus:
- Ringan (idealnya di bawah 100 gram)
- Tipis dan tidak mencolok
- Tahan dipakai berjam-jam tanpa perlu isi ulang
Namun, realitas teknologi saat ini membuat itu sulit dicapai. Sumber menyebut Apple Glasses akan menggunakan baterai berkapasitas di bawah 800 mAh jauh lebih kecil dari Vision Pro yang sudah punya baterai eksternal sebesar 1.500 mAh, tapi hanya tahan 2–3 jam.
Dengan batasan fisik itu, Apple tidak punya pilihan selain mengorbankan performa mentah demi efisiensi energi. Dan di situlah chip Apple Watch masuk sebagai solusi ideal.
Mengapa Chip Apple Watch S10? Bukan A19 atau M4?
Apple memiliki jajaran chip yang sangat kuat:
- A19/A19 Pro: untuk iPhone 16, sangat cepat tapi boros daya
- M4: untuk iPad dan Vision Pro, performa tinggi dengan pendingin aktif
Namun, Apple Glasses tidak butuh kekuatan itu. Fungsi utama generasi pertama adalah:
- Menangkap gambar/video via kamera
- Memproses perintah suara Siri
- Menjalankan AI ringan saat terhubung ke iPhone
- Menyinkronkan data secara real-time
Semua tugas tersebut tidak memerlukan GPU raksasa atau CPU delapan inti. Yang dibutuhkan adalah SoC (System in Package) yang hemat daya namun cukup cerdas dan itulah keunggulan S10, chip terbaru di Apple Watch Series 10 dan Apple Watch Ultra 3.
Keunggulan S10 untuk Smart Glasses:
- Efisiensi daya ekstrem: dirancang untuk perangkat kecil dengan baterai terbatas
- Integrasi Neural Engine: mendukung pemrosesan AI on-device untuk pengenalan suara dan gerak
- Dukungan kamera ganda: mampu mengelola input dari beberapa sensor optik
- Ukuran sangat kecil: sesuai dengan ruang terbatas di bingkai kacamata
Dalam pengujian Apple Watch Ultra 3, S10 mampu memberikan:
- 42 jam masa pakai normal
- Hingga 72 jam dalam Low Power Mode
Jika skenario serupa diterapkan pada Apple Glasses yang beban kerjanya lebih ringan masa pakai 8–12 jam sangat mungkin tercapai, menjadikannya layak untuk penggunaan harian.
Fitur Apple Glasses Generasi Pertama: Minimalis Tapi Cerdas
Apple tampaknya menghindari ambisi berlebihan untuk produk pertamanya. Berdasarkan informasi terkini, Apple Glasses generasi awal tidak akan memiliki layar built-in seperti Vision Pro. Sebaliknya, perangkat ini akan berfungsi sebagai perpanjangan sensorik dari iPhone atau Mac.
Kemampuan yang Diharapkan:
- Rekam video AR dari sudut pandang pengguna
- Transkripsi suara real-time via Siri
- Notifikasi visual (melalui koneksi ke iPhone)
- Pelacakan gerak mata & kepala untuk navigasi
- Integrasi dengan Apple Intelligence untuk konteks situasional
Karena tidak ada layar, beban pemrosesan visual berat seperti rendering 3D atau mixed reality akan ditangani oleh perangkat yang terhubung, bukan oleh chip di kacamata. Ini membuat S10 lebih dari cukup.
Visi Jangka Panjang: Evolusi Menuju Kacamata Pintar Mandiri
Meski generasi pertama tergantung pada iPhone, Apple sudah merancang roadmap ambisius:
- 2026: Peluncuran Apple Glasses generasi pertama (chip S10, tanpa layar, tergantung iPhone)
- 2027: Generasi kedua dengan OS adaptif yang bisa menyesuaikan antarmuka tergantung perangkat yang terhubung iPhone, Mac, atau bahkan berdiri sendiri
- 2028+: Versi mandiri dengan layar mikro-LED, chip khusus, dan kemampuan AR penuh
Langkah awal dengan chip Apple Watch adalah investasi kehati-hatian memastikan produk pertama benar-benar bisa dipakai, bukan sekadar demonstrasi teknologi.
Perbandingan dengan Kompetitor: Meta, Xreal, dan Ray-Ban
Saat ini, pasar smart glasses didominasi oleh:
- Ray-Ban Meta: fokus pada kamera & audio, tanpa pemrosesan berat
- Xreal Air 2: menampilkan layar virtual, tapi butuh koneksi ke ponsel atau PC
- Rokid Max: AR ringan dengan baterai eksternal
Apple memilih jalan berbeda: tidak mengejar layar, tapi fokus pada integrasi ekosistem dan kecerdasan kontekstual. Dengan chip S10, Apple bisa memastikan kacamata tetap ringan, tidak cepat panas, dan tahan seharian sesuatu yang belum dicapai kompetitor.
Tantangan yang Masih Mengintai
Meski strategi chip Apple Watch terdengar masuk akal, beberapa risiko tetap ada:
- Performa terbatas jika Apple ingin menambah fitur mendadak
- Ketergantungan tinggi pada iPhone bisa mengurangi daya tarik global
- Pemanasan lokal di area pelipis jika chip bekerja terus-menerus
Namun, Apple dikenal pandai mengelola trade-off. Jika ada satu perusahaan yang bisa membuat chip kecil terasa "cukup", itu adalah Apple.
Kesimpulan: Kecerdasan di Balik Kesederhanaan
Keputusan Apple menggunakan chip Apple Watch S10 bukan tanda kelemahan melainkan bukti kedewasaan desain. Daripada memaksakan teknologi yang belum siap, Apple memilih fungsionalitas yang bisa dipakai sehari-hari.
Dengan strategi ini, Apple Glasses berpotensi menjadi produk wearable paling masuk akal sejak Google Glass gagal satu dekade lalu. Bukan karena paling canggih, tapi karena cukup pintar, cukup ringan, dan cukup tahan lama.
Jika sukses, kacamata ini bukan hanya aksesori tapi gerbang pertama ke masa depan komputasi yang benar-benar tak terlihat.
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |