Ponsel Lipat atau Kamera Flagship? Dilema Premium 2025 yang Bikin Konsumen Berpikir Ulang

Ponsel Lipat atau Kamera Flagship? Dilema Premium 2025 yang Bikin Konsumen Berpikir Ulang
Sumber :
  • Pinterest

Di segmen premium 2025, smartphone flagship dengan desain bar masih mempertahankan daya tarik kuat. Perangkat jenis ini menawarkan keseimbangan antara performa, kamera, dan daya tahan. Kapasitas baterai di atas 6.000 mAh dengan pengisian cepat kini menjadi standar, dipadukan layar OLED sekitar 6,8 inci beresolusi tinggi yang nyaman untuk penggunaan harian.

iQOO 15 Ultra Pecahkan Rekor Geekbench: Skor 11 Ribu Lebih!

Model seperti vivo X200 Ultra dan Xiaomi 15 Ultra menunjukkan bagaimana bahan premium dan bobot di kisaran 220 hingga 230 gram masih terasa pas digenggam. Faktor ketahanan juga menjadi nilai tambah karena flagship bar tidak memiliki engsel atau bagian bergerak. Sertifikasi tahan air dan debu tingkat tinggi membuatnya lebih siap untuk penggunaan jangka panjang.

Keunggulan terbesar tetap berada di sektor kamera. Smartphone flagship mampu membawa modul kamera berukuran besar, termasuk sensor telephoto yang lebih lapang. Hal ini berdampak langsung pada kualitas foto, terutama untuk zoom dan kondisi cahaya menantang. Sensor 200MP berukuran besar pada flagship tertentu menghasilkan detail lebih tajam dibandingkan sensor yang lebih kecil di ponsel lipat. Untuk pengguna yang menjadikan fotografi dan videografi sebagai prioritas utama, kamera flagship masih sulit disaingi.

Huawei Pura X2 Bocor: Layar 7,5 Inci, Kamera 200MP, dan Kirin Terbaru

Dari sisi harga, flagship bar juga relatif lebih rasional. Di pasar global, selisih harga yang cukup jauh membuat perangkat ini lebih mudah dijangkau dibandingkan ponsel lipat, tanpa harus mengorbankan performa kamera dan ketahanan.

Daya Tarik Ponsel Lipat di Segmen Premium

Kebocoran OnePlus 16: Layar 240Hz dan Snapdragon Elite Gen 6

Ponsel lipat book-style kini memasuki generasi matang. Perangkat seperti OnePlus Open, vivo X Fold3 Pro, dan Oppo Find N5 hadir dengan desain lebih tipis serta struktur yang semakin kuat. Kelemahan generasi awal, terutama soal ketahanan, mulai teratasi dengan perlindungan air dan debu yang lebih baik.

Nilai jual utama ponsel lipat terletak pada fleksibilitas layar. Saat tertutup, ukuran layar luar sekitar 6,6 inci tetap nyaman digunakan. Ketika dibuka, layar bagian dalam bisa mencapai lebih dari 8 inci dengan rasio mendekati persegi. Area ini memberikan pengalaman berbeda untuk membaca, browsing, bekerja, dan menikmati konten multimedia.

Pengalaman menggunakan layar besar tanpa harus membawa tablet menjadi alasan utama banyak pengguna melirik ponsel lipat. Sensasi membuka dan menutup perangkat juga memberi nilai emosional yang tidak ditemukan pada smartphone konvensional. Namun, kompromi masih terasa di sektor kamera. Keterbatasan ruang membuat modul kamera ponsel lipat belum mampu menyaingi kualitas kamera flagship bar, meski sudah cukup untuk kebutuhan harian.

Halaman Selanjutnya
img_title