Daftar HP dengan Sinyal Satelit 2025, Wajib Tahu Sebelum Beli

Samsung 2025 Tawarkan Pilihan Lengkap dari Flagship Premium hingga Ponsel Menengah Andal
Sumber :
  • Pinterest

Perkembangan teknologi komunikasi terus bergerak maju. Jika sebelumnya smartphone hanya mengandalkan jaringan seluler dan WiFi, kini situasinya berubah. Memasuki tahun 2025, sejumlah smartphone sudah dibekali fitur sinyal satelit atau satellite connectivity. Artinya, pengguna tetap bisa terhubung meski berada di wilayah tanpa sinyal operator, seperti daerah terpencil, pegunungan, lautan, hingga situasi darurat.

Ayaneo Pocket S Mini Meluncur: Handheld Retro 4:3 Terbaik?

Teknologi ini memang belum sepenuhnya digunakan untuk internet bebas seperti jaringan seluler. Namun demikian, manfaatnya sangat krusial, terutama untuk mengirim pesan darurat, SOS, hingga pesan teks dua arah. Oleh karena itu, fitur satelit mulai menjadi nilai tambah penting bagi smartphone kelas menengah ke atas.

Apple menjadi salah satu pionir yang paling konsisten mengembangkan teknologi ini. Sejak iPhone 14 Series, perusahaan asal Cupertino tersebut telah menghadirkan fitur Emergency SOS via Satellite. Fitur ini memungkinkan pengguna mengirim pesan darurat ke layanan penyelamat tanpa koneksi seluler. Kemudian, pada iPhone 15 Series, Apple menyempurnakan sistem ini agar lebih cepat dan akurat. Selanjutnya, iPhone 16 Series yang dirilis pada 2025 menghadirkan peningkatan lanjutan, termasuk panduan visual yang memudahkan pengguna mengarahkan ponsel ke posisi satelit terdekat. Dengan begitu, proses pengiriman pesan SOS menjadi lebih efisien saat situasi genting.

Misteri Peluncuran Chipset Apple M5 Pro Max: Tunda Sampai Maret

Sementara itu, Google juga tidak ketinggalan menghadirkan inovasi serupa lewat lini Pixel. Google Pixel 9 Series, yang mencakup Pixel 9, Pixel 9 Pro, dan Pixel 9 Pro XL, sudah mendukung fitur Satellite SOS dan satellite messaging. Pengguna dapat mengirim serta menerima pesan darurat melalui satelit ketika jaringan seluler benar-benar tidak tersedia. Bahkan, Pixel 10 Series yang diperkenalkan pada 2025 dilaporkan membawa kemampuan lebih jauh. Smartphone ini disebut mampu mendukung komunikasi WhatsApp melalui satelit di beberapa wilayah tertentu, tergantung kebijakan operator. Seiring kehadiran Android 15, Google juga bekerja sama dengan penyedia satelit seperti Starlink dan Skylo untuk memperluas fungsi konektivitas ini.

Di sisi lain, Samsung akhirnya ikut meramaikan teknologi sinyal satelit melalui Galaxy S25 Series. Seri ini, yang terdiri dari Galaxy S25, S25+, dan S25 Ultra, dilaporkan telah mendukung Satellite SOS dan satellite messaging di beberapa negara. Namun, berbeda dengan Apple, implementasi Samsung sangat bergantung pada operator seluler dan wilayah. Sebagai contoh, di Amerika Serikat, fitur ini baru aktif melalui kerja sama dengan operator tertentu. Oleh sebab itu, pengalaman pengguna bisa berbeda di setiap negara.

Oppo A6v dan A6i+ Resmi Meluncur 2 Februari di Tiongkok

Tidak hanya brand global, Huawei juga terus mengembangkan teknologi satelit secara mandiri. Huawei Mate 60 Pro dan Mate 60 Pro+ telah memanfaatkan sistem satelit BeiDou untuk pengiriman pesan dua arah tanpa sinyal seluler. Selanjutnya, Huawei Mate 70 Pro yang hadir pada 2025 membawa peningkatan berupa dukungan komunikasi satelit yang lebih stabil, bahkan mencakup panggilan suara satelit di area tertentu. Meski begitu, fitur ini umumnya lebih optimal di China dan beberapa wilayah yang mendukung jaringan BeiDou.

Bagi pengguna dengan aktivitas ekstrem atau outdoor, Motorola menawarkan solusi berbeda. Motorola Defy Satellite Link Series hadir sebagai smartphone tangguh dengan fokus pada komunikasi darurat. Melalui Bullitt Satellite Connect atau Skylo, perangkat ini memungkinkan pengguna mengirim pesan teks dan SOS via satelit. Walaupun fiturnya tidak selengkap flagship, ponsel ini menjadi pilihan ideal bagi pendaki, petualang, dan pekerja lapangan.

Selain itu, Vivo juga mulai masuk ke ranah ini lewat Vivo X200 Ultra. Smartphone ini dikabarkan mendukung satellite messaging berkat chipset Snapdragon yang telah kompatibel dengan Qualcomm Satellite. Fokus utamanya tetap pada pesan darurat, namun kehadiran fitur ini menandai langkah serius Vivo dalam mengikuti tren global.

Secara umum, konektivitas satelit pada smartphone 2025 memiliki beberapa bentuk. Pertama, Emergency SOS yang hanya digunakan untuk pesan darurat, seperti yang diterapkan Apple, Google, dan Samsung. Kedua, two-way messaging yang memungkinkan pengguna saling berkirim pesan teks melalui satelit. Ketiga, layanan yang lebih maju seperti pengiriman data ringan hingga panggilan suara atau aplikasi pesan instan via satelit, meski masih terbatas.

Namun demikian, perlu dicatat bahwa ketersediaan fitur ini sangat bergantung pada wilayah dan operator. Tidak semua negara langsung mendapatkan akses penuh, meski perangkatnya mendukung secara hardware. Selain itu, banyak smartphone Android sebenarnya sudah siap secara teknis, tetapi belum mengaktifkan fitur satelit secara software karena menunggu dukungan operator dan regulasi setempat.

Jika dirangkum, Apple iPhone 14, 15, dan 16 mengandalkan SOS satelit untuk pesan darurat global. Google Pixel 9 dan 10 menawarkan SOS dan pesan dua arah, bahkan mulai merambah WhatsApp via satelit. Samsung Galaxy S25 Series mendukung SOS dan pesan satelit dengan ketergantungan operator. Huawei Mate 60 dan 70 Pro fokus pada pesan dua arah berbasis BeiDou. Motorola Defy Satellite Link mengutamakan pesan satelit untuk aktivitas outdoor. Sementara Vivo X200 Ultra menghadirkan pesan darurat satelit di area tanpa sinyal.

Kesimpulannya, smartphone dengan sinyal satelit bukan lagi sekadar konsep masa depan. Pada 2025, teknologi ini sudah menjadi fitur nyata yang meningkatkan keamanan dan konektivitas pengguna. Ke depan, bukan tidak mungkin komunikasi satelit akan semakin umum dan terjangkau, sehingga smartphone benar-benar dapat diandalkan di mana pun berada.