Galaxy A57 Makin Gahar! Samsung Pasang Flexible OLED Pertama di Seri A

Galaxy A57 Makin Gahar! Samsung Pasang Flexible OLED Pertama di Seri A
Sumber :
  • Samsung

Gadget – Samsung sedang bersiap menghadirkan revolusi visual di lini Galaxy A-nya. Menurut laporan eksklusif dari media Korea TheElec, Galaxy A57 yang dijadwalkan meluncur pada Februari 2026 akan menjadi smartphone pertama dalam sejarah seri Galaxy A yang menggunakan panel layar flexible OLED. Langkah ini menandai perubahan strategis besar dalam filosofi desain Samsung untuk segmen mid-range premium.

Honor Power 2 Dirumorkan Bawa Baterai 10.080mAh & Kamera 50MP!

Tidak hanya soal tampilan, adopsi teknologi layar fleksibel ini membuka jalan bagi desain bezel yang jauh lebih tipis dan simetris, pengalaman visual yang lebih imersif, serta peningkatan persepsi kualitas yang selama ini menjadi ciri khas lini Galaxy S atau Galaxy Z.

Namun, yang paling mengejutkan bukan hanya teknologinya melainkan asal pemasoknya. Untuk pertama kalinya, Samsung dikabarkan menggandeng pabrikan layar asal Tiongkok, CSOT, sebagai pemasok panel flexible OLED untuk Galaxy A57. Meski Samsung Display tetap menjadi pemasok utama, kehadiran CSOT menandai pembukaan ekosistem pasokan yang selama ini sangat tertutup.

Harga dan Spesifikasi Nokia N75 Max 5G: Kamera 200MP, Snapdragon 8 Gen 3 dan Baterai 7.100mAh

Artikel ini mengupas tuntas apa itu flexible OLED, mengapa keputusan ini bersejarah, dampaknya pada desain dan pengalaman pengguna, serta spekulasi spesifikasi lengkap Galaxy A57 yang mulai terkuak.

Mengapa Flexible OLED Penting? Bedanya dengan Rigid OLED

Nokia X700 Pro Muncul dengan Desain Mirip iPhone, Layar AMOLED 120Hz dan Kamera 200MP

Sebelum membahas implikasinya, penting memahami perbedaan mendasar antara dua jenis panel OLED:

  • Rigid OLED: Menggunakan substrat kaca kaku. Lebih murah, tetapi tidak memungkinkan lengkungan dan membatasi ketebalan bezel.
  • Flexible OLED: Menggunakan substrat polimer fleksibel (seperti PI polyimide). Memungkinkan desain ultra-tipis, bezel minimal, bahkan layar melengkung.

Seri Galaxy A sebelumnya termasuk Galaxy A56 masih menggunakan rigid AMOLED meski dengan ukuran besar (6,7 inci). Hasilnya, bezel samping relatif tebal dan tidak simetris, terutama di bagian bawah.

Dengan flexible OLED, Galaxy A57 bisa meniru estetika Galaxy S25 atau bahkan iPhone 16 dengan bezel yang hampir seragam di keempat sisi, memberikan kesan lebih premium dan modern.

Desain Galaxy A57: Bezel Tipis, Tampilan Lebih Imersif

Adopsi flexible OLED bukan sekadar soal teknologi ini adalah strategi pemasaran visual. Konsumen kini sangat sensitif terhadap tampilan layar. Bezel tebal dianggap “kuno”, sementara bezel tipis identik dengan “flagship”.

Dengan panel fleksibel, Samsung bisa:

  • Mengurangi lebar bezel samping hingga di bawah 1,5 mm
  • Menciptakan simetri visual yang menarik
  • Meningkatkan rasio layar-ke-bodi (screen-to-body ratio)
  • Memungkinkan integrasi desain flat-edge tanpa lengkungan berlebih

Ini juga membuka kemungkinan untuk tampilan Always-On Display (AOD) yang lebih elegan, atau bahkan dukungan refresh rate adaptif yang lebih efisien fitur yang selama ini eksklusif untuk lini premium.

CSOT Jadi Pemasok OLED: Langkah Strategis Samsung di Tengah Persaingan Ketat

Salah satu poin paling mengejutkan dalam laporan TheElec adalah keterlibatan CSOT anak perusahaan TCL sebagai pemasok layar untuk Galaxy A57.

Ini adalah pertama kalinya Samsung mengizinkan pihak luar memasok panel OLED untuk seri Galaxy A, yang selama ini hampir sepenuhnya bergantung pada Samsung Display.

Mengapa Samsung Melakukannya?

  • Diversifikasi Pasokan: Mengurangi ketergantungan pada satu pemasok, terutama di tengah fluktuasi permintaan global.
  • Efisiensi Biaya: CSOT menawarkan harga kompetitif tanpa mengorbankan kualitas signifikan untuk segmen mid-range.
  • Skala Produksi: Galaxy A adalah lini terlaris Samsung. Dengan CSOT, produksi bisa dipercepat tanpa membebani kapasitas Samsung Display.

Yang lebih menarik: kerjasama ini tidak berhenti di Galaxy A57. CSOT juga dikabarkan akan memasok panel flexible OLED untuk Galaxy S26 FE menunjukkan bahwa peran mereka di ekosistem Samsung bukan sekadar proyek uji coba, melainkan kemitraan jangka panjang.

Spesifikasi Galaxy A57: Lebih dari Sekadar Layar

Layar flexible OLED hanyalah awal. Galaxy A57 dikabarkan akan hadir dengan spesifikasi mid-range premium yang sangat kompetitif:

Performa: Exynos 1680

  • Chipset baru dari Samsung, diproduksi dengan proses 3nm GAA (Gate-All-Around)
  • Performa 20–25% lebih cepat dari Exynos 1580 di Galaxy A56
  • Efisiensi daya lebih baik, cocok untuk penggunaan sehari-hari dan gaming ringan

Kamera: Sony IMX906 50 MP

  • Kamera utama: Sensor flagship Sony IMX906 (juga dipakai di Galaxy S25)
  • Ultrawide: 13 MP, FOV 123°
  • Makro: 5 MP (meski nilainya debatable, masih berguna untuk close-up kreatif)
  • Dukungan AI untuk peningkatan warna, HDR, dan nightography

Baterai & Pengisian Daya

  • Fast charging 45W   peningkatan signifikan dari 25W di A56
  • Kapasitas baterai diperkirakan 5.000 mAh, dengan optimasi berbasis One UI 7

Perangkat Lunak

  • Rilis dengan Android 17 + One UI 7
  • Dukungan 4 generasi pembaruan OS dan 5 tahun keamanan setara dengan flagship

Posisi Galaxy A57 di Pasar: Menantang Google Pixel & iPhone SE?

Dengan kombinasi layar flexible OLED, chipset Exynos 1680, kamera flagship-tier, dan pengisian cepat, Galaxy A57 jelas ditujukan untuk menyaingi tidak hanya Realme atau Xiaomi, tetapi juga Google Pixel 9a dan bahkan iPhone SE generasi berikutnya.

Samsung ingin menunjukkan bahwa smartphone mid-range tidak harus berkompromi pada desain premium. Jika Galaxy A57 berhasil, ini bisa menjadi tren baru di industri: flexible OLED bukan lagi eksklusif untuk flagship.

Tantangan dan Pertanyaan yang Masih Menggantung

Meski menjanjikan, ada beberapa hal yang perlu dicermati:

  • Kualitas panel CSOT vs Samsung Display: Apakah ada perbedaan kecerahan, akurasi warna, atau masa pakai?
  • Ketahanan layar: Flexible OLED lebih rentan terhadap kerusakan jika tidak dilindungi Gorilla Glass generasi terbaru.
  • Harga jual: Apakah peningkatan teknologi ini akan membuat harga Galaxy A57 melonjak hingga Rp8–9 juta?

Samsung kemungkinan akan menjawab semua ini saat peluncuran resmi di Februari 2026.

Kesimpulan: Galaxy A57 Bisa Jadi Titik Balik Seri Galaxy A

Galaxy A57 bukan sekadar penerus ia adalah simbol ambisi baru Samsung. Dengan mengadopsi flexible OLED dan membuka pasokan ke CSOT, Samsung menunjukkan bahwa seri Galaxy A kini layak menjadi “flagship alternatif” bagi konsumen yang ingin desain premium tanpa harga selangit.

Jika eksekusinya tepat, Galaxy A57 berpotensi menjadi salah satu smartphone mid-range paling diminati di 2026 dan mungkin yang pertama membuat konsumen berpikir dua kali sebelum membeli flagship.

Bagi penggemar Samsung, ini bukan hanya upgrade ini adalah evolusi visual yang ditunggu-tunggu.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram@gadgetvivacoid
FacebookGadget VIVA.co.id
X (Twitter)@gadgetvivacoid
Whatsapp ChannelGadget VIVA
Google NewsGadget