Alibaba Rilis AI Gambar Qwen-Image-2512, Open Source Hadir—Gratis & Bisa untuk Komersial!
- Qwen
Gadget – Dunia kecerdasan buatan (AI) kembali diguncang. Kali ini, Alibaba Cloud meluncurkan Qwen-Image-2512, model image generator berbasis open source terbaru yang secara eksplisit dirancang untuk menyaingi Google Nano Banana Pro komponen visual canggih dari Gemini 3 Pro Image. Namun, berbeda dengan raksasa AS yang mengunci teknologinya di balik layanan berbayar, Alibaba justru membuka akses penuh kepada publik: gratis, bebas digunakan untuk kepentingan komersial, dan tersedia di berbagai platform terbuka.
Diluncurkan pada akhir 2025, Qwen-Image-2512 bukan sekadar eksperimen teknis. Ini adalah pernyataan strategis dari Tiongkok dalam perlombaan global AI generatif khususnya di ranah visual, di mana akurasi teks, realisme, dan fleksibilitas implementasi menjadi penentu utama.
Artikel ini mengupas tuntas fitur unggulan, perbedaan strategis dengan Google, performa benchmark, akses pengguna, serta implikasi Qwen-Image-2512 bagi pengembang, kreator, dan perusahaan di seluruh dunia.
Misi Alibaba: AI Gambar yang Terbuka, Bebas, dan Profesional
Salah satu pembeda terbesar antara Qwen-Image-2512 dan Google Nano Banana Pro adalah filosofi distribusi.
Google Nano Banana Pro:
- Tertutup (closed-source)
- Hanya tersedia via layanan berbayar (Vertex AI, Google Workspace)
- Tidak boleh dikustomisasi atau dihosting sendiri
Qwen-Image-2512:
- Open source di bawah lisensi Apache 2.0
- Gratis untuk penggunaan komersial
- Bisa diunduh, dijalankan, dan dimodifikasi secara mandiri
Lisensi Apache 2.0 memungkinkan perusahaan untuk mengintegrasikan model ini ke dalam sistem internal tanpa khawatir soal royalti atau pembatasan hukum. Bagi startup, agensi kreatif, atau institusi pendidikan, ini adalah angin segar di tengah dominasi model berpemilik (proprietary) seperti DALL·E 3, Midjourney, atau Gemini.
Tiga Peningkatan Utama Qwen-Image-2512 yang Mengubah Permainan
Alibaba mengklaim Qwen-Image-2512 hadir dengan lompatan kualitas di tiga aspek kritis yang selama ini menjadi titik lemah banyak AI gambar:
1. Realisme Visual yang Lebih Hidup
Model ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam menghasilkan wajah manusia yang alami dan latar lingkungan yang koheren. Tidak ada lagi mata melotot, tangan berjari lima (atau enam!), atau latar belakang yang terdistorsi. Hasilnya terlihat lebih “nyata”, cocok untuk konten branding atau visual naratif.