Kacamata AI Lenovo Siap Jadi Asisten Presenter dan Kreator Konten

Konsep Kacamata AI Lenovo Hadirkan Mode Teleprompter
Sumber :
  • Lenovo

Lenovo kembali mencuri perhatian publik teknologi menjelang ajang CES 2026. Setelah sebelumnya memperkenalkan beragam perangkat inovatif, kini perusahaan asal Tiongkok tersebut menghadirkan sebuah terobosan baru berupa konsep Kacamata AI Lenovo. Perangkat ini dirancang bukan sekadar sebagai aksesori pintar, melainkan sebagai asisten AI personal yang bisa digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Reinkarnasi BlackBerry 2026, Clicks Communicator Hadir sebagai Ponsel QWERTY Modern

Menurut laporan dari Windows Latest, konsep kacamata AI terbaru Lenovo ini menawarkan pendekatan yang cukup berbeda dibanding perangkat wearable lainnya. Lenovo ingin menjadikan kacamata sebagai pusat interaksi AI yang praktis, ringan, dan relevan dengan kebutuhan profesional modern. Oleh karena itu, berbagai fitur cerdas disematkan untuk mendukung produktivitas, khususnya bagi presenter, kreator konten, hingga pekerja digital.

Salah satu fitur paling menarik dari Lenovo AI Glasses Concept adalah hadirnya mode teleprompter bawaan. Fitur ini memungkinkan teks atau naskah tampil langsung di bidang pandang pengguna. Dengan begitu, presenter dapat membaca materi presentasi atau skrip tanpa harus melirik layar lain. Hal ini tentu sangat membantu bagi pembicara publik, streamer, maupun host acara yang dituntut tampil natural di depan kamera.

iQOO 15R Terendus di Bluetooth SIG, Sinyal Ponsel Performa Tinggi Harga Terjangkau

Selain itu, kehadiran teleprompter ini dinilai dapat meningkatkan kepercayaan diri saat berbicara, karena pengguna tetap bisa menjaga kontak mata dengan audiens. Di sisi lain, penggunaan teknologi ini juga membuat proses presentasi terasa lebih modern dan efisien.

Tak hanya mengandalkan teleprompter, Lenovo juga membekali kacamata AI ini dengan kontrol sentuh dan perintah suara yang terintegrasi langsung pada bingkainya. Melalui fitur tersebut, pengguna dapat mengontrol musik, menerima atau menolak panggilan, serta mengakses informasi penting tanpa harus mengeluarkan ponsel dari saku. Dengan kata lain, kacamata ini dirancang agar mampu berfungsi secara mandiri untuk kebutuhan dasar.

Redmi Turbo 5 Series Bocor, Dimensity 9500e dan Baterai 9.000mAh Jadi Andalan

Menariknya lagi, Lenovo menyematkan asisten AI bernama Lenovo Qira ke dalam ekosistem kacamata ini. Namun, berbeda dari perangkat AI pada umumnya, Qira tidak berjalan langsung di dalam kacamata. Sebagai gantinya, pemrosesan AI dilakukan melalui perangkat lain yang terhubung, seperti ponsel pintar atau komputer.

Pendekatan ini memberikan keuntungan tersendiri. Di satu sisi, kacamata tidak perlu dibekali chipset besar atau baterai berkapasitas tinggi. Di sisi lain, pengguna tetap mendapatkan pengalaman AI yang responsif dan cepat. Meski demikian, konsekuensinya adalah pengguna harus selalu membawa perangkat pendamping agar fitur AI dapat digunakan secara optimal.

Saat terhubung, Lenovo Qira diklaim mampu menjalankan berbagai fungsi cerdas, mulai dari terjemahan bahasa secara real-time hingga pengenalan objek melalui kamera depan yang terpasang di bingkai kacamata. Prosesnya disebut berlangsung dalam hitungan sub-milidetik, sehingga hasilnya dapat ditampilkan hampir tanpa jeda. Fitur ini berpotensi sangat berguna bagi pengguna yang sering bepergian atau bekerja lintas bahasa.

Selain itu, Lenovo juga menghadirkan fitur berbasis AI bernama Catch Me Up. Fitur ini berfungsi merangkum notifikasi dari berbagai perangkat yang terhubung, lalu menyajikannya dalam ringkasan singkat di awal hari. Dengan demikian, pengguna tidak perlu membuka satu per satu aplikasi hanya untuk mengetahui informasi penting.

Dari sisi desain, Lenovo AI Glasses Concept tampil cukup ringkas dan ringan. Bobotnya dilaporkan hanya sekitar 45 gram, sehingga tetap nyaman digunakan dalam waktu lama. Tak kalah penting, Lenovo menjanjikan daya tahan baterai hingga delapan jam untuk sekali pengisian, angka yang tergolong kompetitif di kelas perangkat wearable berbasis AI.

Secara keseluruhan, konsep kacamata AI Lenovo ini menunjukkan arah baru pengembangan teknologi wearable yang lebih fungsional dan kontekstual. Meski masih berstatus konsep dan belum diumumkan jadwal rilis resminya, perangkat ini memberi gambaran bagaimana AI dapat diintegrasikan secara alami ke dalam kehidupan sehari-hari. Jika kelak direalisasikan, Lenovo AI Glasses berpotensi menjadi perangkat andalan bagi profesional kreatif dan pengguna produktivitas tinggi.