Terungkap! Penyebab 7% Kenaikan Harga Smartphone Akibat Krisis Cip.
- Huawei
Gadget – Kabar kurang menyenangkan datang bagi konsumen yang berencana mengganti ponsel pintar mereka tahun ini. Biaya produksi yang meroket akibat kelangkaan komponen vital diperkirakan akan memicu gelombang kenaikan harga smartphone secara signifikan.
Menurut laporan dari firma intelijen pasar terkemuka, Counterpoint dan International Data Corporation (IDC), kekurangan memori RAM dan cip (chip) menjadi pemicu utama. Kondisi ini memaksa produsen ponsel pintar untuk menaikkan harga jual rata-rata hingga mendekati 7%.
Mengapa Kenaikan Harga Smartphone Tak Terhindarkan?
Lonjakan biaya ini berakar pada fenomena yang disebut Krisis cip global, yang kali ini diperparah oleh booming teknologi Artificial Intelligence (AI). Permintaan yang masif dari pusat data AI telah menciptakan tarik ulur pasokan antara kebutuhan AI dan perangkat konsumen.
Ponsel pintar dan pusat data AI sama-sama membutuhkan memori Random Access Memory (RAM), khususnya Dynamic Random Access Memory (DRAM), untuk pemrosesan data yang cepat. Namun, seiring banyak perusahaan beralih ke AI, kebutuhan daya pemrosesan yang sangat tinggi di pusat data menjadi prioritas utama bagi pabrik semikonduktor. Akibatnya, alokasi pasokan RAM bergeser drastis dari sektor ponsel ke sektor AI.
Pergeseran Prioritas Produksi RAM
IDC memproyeksikan bahwa pertumbuhan pasokan DRAM akan berada di bawah rata-rata historis dalam beberapa tahun mendatang. Pergeseran ini berarti perusahaan raksasa seperti Apple, Samsung, dan Google harus bersaing ketat untuk mendapatkan memori dengan harga yang layak.
Direktur riset senior IDC, Nabila Popal, menekankan bahwa kelangkaan memori ini akan sangat memukul pasar. Vendor tidak memiliki pilihan lain selain membebankan kenaikan biaya produksi ini kepada konsumen di seluruh dunia. Kenaikan harga ini bukan sekadar prediksi, melainkan respons pasar yang tak terhindarkan.
Dampak Krisis Cip Global pada Berbagai Segmen Pasar
Perusahaan analisis pasar Counterpoint memprediksi bahwa harga memori, yang biasanya menyumbang sekitar 10% hingga 20% dari total biaya material smartphone, dapat melonjak hingga 40% dalam kuartal mendatang. Angka ini secara langsung mendorong kenaikan harga smartphone secara keseluruhan.
Sebagai contoh, harga jual rata-rata (ASP) smartphone diperkirakan naik sekitar 6,9%. Jika ini diterapkan pada model unggulan (flagship), konsumen bisa melihat kenaikan harga yang signifikan, misalnya dari $1.199 menjadi sekitar $1.281 untuk model iPhone dasar terbaru.
Siapa yang Paling Terpukul?
Meskipun semua produsen merasakan dampaknya, tidak semua berada di posisi yang sama. Analis Counterpoint, Yang Wang, menyebutkan bahwa produsen besar dengan portofolio produk yang luas, seperti Apple dan Samsung, berada dalam posisi yang lebih aman. Mereka memiliki kemampuan untuk menyerap sebagian biaya atau mengatur margin dengan lebih fleksibel.
Sebaliknya, pasar smartphone kelas bawah dan menengah diprediksi akan paling terdampak oleh krisis cip global ini. Perusahaan yang beroperasi dengan margin keuntungan yang tipis akan kesulitan mengelola kenaikan biaya material. Hal ini berpotensi menyebabkan kenaikan harga yang lebih tajam bagi konsumen yang mencari perangkat dengan harga terjangkau.
Secara global, Counterpoint bahkan memperkirakan volume pengiriman smartphone akan sedikit menurun tahun ini, menunjukkan bahwa kondisi pasar cenderung melambat. Dengan kelangkaan komponen dan lonjakan biaya, konsumen harus siap menghadapi realitas baru di mana perangkat pintar favorit mereka akan dijual dengan harga yang lebih mahal dalam waktu dekat.
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |