Bocoran Terbaru! Huawei Pura X2 Rilis April–Juni 2026, Bawa Layar 7,7 Inci & Kirin 9030

Bocoran Terbaru! Huawei Pura X2 Rilis April–Juni 2026, Bawa Layar 7,7 Inci & Kirin 9030
Sumber :
  • Huawei

Gadget – Huawei kembali mengguncang dunia smartphone lipat namun kali ini dengan penundaan yang penuh makna. Menurut bocoran terbaru dari Fixed Focus Digital pada 4 Januari 2026, peluncuran Huawei Pura X2, penerus dari Pura X yang diluncurkan Maret 2025, resmi diundur ke kuartal kedua (Q2) 2026, atau antara April hingga Juni.

Motorola Razr Fold Resmi Meluncur: Foldable Pertama dengan Triple Kamera 50MP!

Keputusan ini menempatkan rilis Pura X2 setelah seri Pura 90, mencerminkan pergeseran strategi Huawei dalam mengatur urutan peluncuran flagship-nya. Namun, penundaan ini bukan tanda kemunduran justru sebaliknya. Huawei tampaknya memanfaatkan waktu ekstra untuk menyempurnakan teknologi inti, termasuk prosesor Kirin 9030, sistem operasi HarmonyOS 6.0, dan inovasi kamera berbasis spektrum cahaya yang disebut “Red Maple”.

Artikel ini mengupas alasan di balik penundaan Pura X2, serta mengungkap spesifikasi revolusioner yang membuatnya layak ditunggu mulai dari arsitektur 9-core, layar 7,7 inci dengan rasio 16:10, hingga baterai silikon-karbon 5.000 mAh yang dirancang untuk era pasca-Android.

Bocoran Spesifikasi dan Harga [iPhone Lipat] Apple 2025

Mengapa Pura X2 Ditunda? Bukan Masalah, Tapi Strategi

Awalnya, banyak yang menduga penundaan ini disebabkan oleh kendala produksi chip atau tekanan sanksi AS. Namun, sumber industri mengindikasikan bahwa keputusan ini bersifat proaktif, bukan reaktif.

Desainnya Beda! Motorola Razr FIFA World Cup 2026 Siap Hebohkan Pasar Smartphone Lipat

Huawei ingin memastikan bahwa Pura X2 tidak hanya kompetitif, tapi menjadi standar baru untuk wide foldable. Dengan menunggu hingga Q2 2026, perusahaan bisa:

  • Mengintegrasikan Kirin 9030 yang baru saja debut di seri Mate 80
  • Menyempurnakan HarmonyOS 6.0 yang benar-benar bebas dari kode Android
  • Mengoptimalkan sistem pendingin untuk mengatasi panas dari proses fabrikasi N+3

Penundaan ini juga memungkinkan Huawei menghindari benturan jadwal dengan peluncuran Pura 90, sehingga masing-masing perangkat bisa mendapat sorotan penuh di pasar global.

Kirin 9030: Prosesor 9-Core dengan Strategi Efisiensi Tinggi

Jantung dari Pura X2 adalah Kirin 9030, chip pertama yang memanfaatkan arsitektur 9-core unik dengan konfigurasi 1+4+4:

  • 1 Prime Core berkecepatan 2,75 GHz – untuk tugas AI lokal yang intensif, seperti real-time image processing dan on-device LLM
  • 4 Performance Cores – menangani aplikasi berat dan multitasking
  • 4 Efficiency Cores – mengelola tugas latar belakang dengan konsumsi daya minimal

Chip ini dibangun di atas proses N+3 dari SMIC, yang sering disebut sebagai “pseudo-5nm” sebenarnya merupakan evolusi dari node 7nm dengan multi-patterning DUV. Meski tidak secanggih fabrikasi EUV TSMC, N+3 memungkinkan Huawei mempertahankan kemandirian teknologi.

Namun, ada trade-off: chip ini cenderung lebih panas. Untuk mengatasinya, Huawei mengembangkan sistem pendingin uap (vapor chamber) baru yang melingkari engsel desain inovatif yang menjaga suhu tetap stabil bahkan saat layar terbuka penuh selama sesi gaming atau editing video.

Selain itu, varian non-Pro Pura X2 mendukung 12 thread berkat Simultaneous Multithreading (SMT), memastikan HarmonyOS 6.0 tetap lancar di layar lipat yang responsif.

Layar 7,7 Inci dengan Rasio 16:10: Mini-Tablet dalam Saku

Jika Galaxy Z Flip fokus pada portabilitas ekstrem dengan layar panjang dan sempit (21:9), Huawei justru berani melawan arus. Pura X2 tetap setia pada rasio layar 16:10 format yang lebih mirip tablet kecil dan kini diperbesar menjadi 7,7 inci saat dibuka.

Ini menjadikan Pura X2 sebagai smartphone lipat vertikal terluas di dunia, menawarkan:

  • Ruang lebih lega untuk multitasking split-screen
  • Pengalaman menonton video yang lebih imersif tanpa black bar berlebihan
  • Produktivitas tinggi untuk dokumen, spreadsheet, dan desain mobile

Layar ini juga dioptimalkan untuk transisi lipat berkat peningkatan 15% dalam respons kernel-level dari HarmonyOS 6.0 menghilangkan jitter atau lag saat beralih antara mode tertutup dan terbuka.

Kamera Quad dengan Sensor "Red Maple": Revolusi Akurasi Warna

Huawei sekali lagi menempatkan fotografi sebagai pilar utama. Pura X2 meningkatkan sistem kameranya menjadi empat sensor, dengan bintang utamanya adalah sensor multispektral 1,5 MP yang dijuluki “Red Maple”.

Berbeda dengan sensor konvensional yang fokus pada resolusi, Red Maple menganalisis spektrum cahaya secara mendalam untuk:

  • Memastikan warna kulit terlihat alami, bukan terlalu merah muda atau kekuningan
  • Menghindari efek “AI-washed” tren di mana AI terlalu banyak menghaluskan atau mengubah warna asli
  • Meningkatkan akurasi warna dalam kondisi pencahayaan kompleks (cahaya campuran, senja, lampu neon)

Sensor ini bekerja secara sinergis dengan algoritma AI Huawei untuk menghasilkan foto yang setia pada realitas, bukan sekadar “menarik di media sosial”.

HarmonyOS 6.0: Titik Balik Menuju Kemandirian Penuh

Pura X2 akan menjadi salah satu perangkat pertama yang menjalankan HarmonyOS 6.0, versi yang menandai pemutusan total dari sisa kode Android. Ini bukan sekadar perubahan nama melainkan rekonstruksi arsitektur sistem operasi dari bawah ke atas.

Keunggulan HarmonyOS 6.0 untuk foldable:

  • Kernel-level optimization untuk transisi lipat yang 15% lebih cepat
  • Manajemen daya yang lebih cerdas untuk baterai besar
  • Integrasi mendalam dengan ekosistem Huawei (smartwatch, tablet, IoT)

Ditambah dengan baterai silikon-karbon 5.000 mAh, Pura X2 dirancang untuk tahan sepanjang hari bahkan dalam skenario penggunaan intensif tanpa bergantung pada layanan Google atau infrastruktur Android.

Kesimpulan: Penundaan untuk Kemenangan Jangka Panjang

Penundaan Pura X2 bukanlah kegagalan, melainkan strategi jangka panjang Huawei untuk:

  • Memperkuat kemandirian teknologi
  • Menawarkan pengalaman pengguna yang benar-benar unik
  • Membedakan diri dari kompetitor yang masih terikat pada paradigma Android

Dengan kombinasi Kirin 9030, layar 16:10 terluas, sensor Red Maple, dan HarmonyOS 6.0 murni, Pura X2 berpotensi menjadi landmark dalam evolusi smartphone lipat bukan hanya sebagai perangkat, tapi sebagai pernyataan filosofis: teknologi harus melayani realitas, bukan menggantikannya.

Bagi penggemar Huawei, penantian hingga Q2 2026 mungkin terasa panjang. Tapi jika bocoran ini akurat, hasilnya akan sepadan dengan sabar.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram@gadgetvivacoid
FacebookGadget VIVA.co.id
X (Twitter)@gadgetvivacoid
Whatsapp ChannelGadget VIVA
Google NewsGadget