Grab Uji Coba Drone: Solusi Pengiriman Makanan Lintas Sungai

Grab Uji Coba Drone: Solusi Pengiriman Makanan Lintas Sungai
Sumber :
  • Istimewa

Pesanan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam drone dan terbang melintasi Sungai Kallang. Drone mengikuti rute penerbangan yang sudah disetujui sebelumnya.

Xiaomi 17 Ultra Tak Tergoyahkan di Tren Smartphone Minggu Kedua 2026

Proses Pengantaran Awal dan Akhir

Setibanya di Tanjong Rhu, drone akan menurunkan pesanan di titik pendaratan khusus. Kurir Grab lain kemudian mengambil alih tugas pengantaran.

Performa Maksimal: HP RAM 8 GB di Bawah Rp1,5 Juta

Mereka akan melanjutkan perjalanan pesanan hingga ke depan pintu rumah pelanggan. Lebih dari 20 pengantar telah menerima pelatihan khusus.

Pelatihan ini bertujuan memastikan proses pemindahan pesanan ke drone berjalan aman dan efisien. Peran kurir sangat penting untuk memeriksa pesanan dan memastikan makanan tiba tanpa kerusakan.

Up Phone: HP Buatan Indonesia dengan Kill-Switch Privasi Tinggi

Perlu diingat, operasi drone akan dihentikan sementara jika terjadi hujan lebat. Drone juga tidak beroperasi pada hari libur nasional.

Panduan Pemesanan Layanan Drone Beta

Pelanggan di wilayah Tanjong Rhu dapat mencoba layanan ini melalui aplikasi Grab. Namun, mereka harus mengikuti beberapa prosedur khusus:

1. Memilih opsi "Pengiriman Drone (Beta)" di aplikasi Grab.

2. Membatasi pesanan; hanya dapat memesan satu jenis menu per pengiriman, meskipun jumlah item yang sama bisa lebih dari satu.

3. Memilih waktu pengantaran karena pengiriman drone bersifat terjadwal.

4. Menunggu pesan konfirmasi yang mencakup detail pesanan dan perkiraan waktu tiba.

Grab menetapkan pembayaran harus dilakukan secara non-tunai. Pelanggan dapat memantau status pengiriman drone secara langsung. Jika layanan drone terkendala (misalnya cuaca), pesanan akan otomatis dialihkan ke pengiriman reguler.

Prospek Inovasi Logistik di Asia Tenggara

Uji coba Pengiriman Makanan Drone Grab menunjukkan potensi besar bagi masa depan logistik di Asia Tenggara. Wilayah ini sering menghadapi tantangan geografis, mulai dari sungai, kepulauan, hingga kepadatan lalu lintas.

Inovasi ini memberikan studi kasus nyata tentang bagaimana teknologi drone dapat meningkatkan efisiensi secara signifikan. Waktu pengiriman yang dipangkas menjadi delapan menit adalah lompatan besar.

Keberhasilan program di Tanjong Rhu dapat menjadi acuan bagi Grab. Mereka mungkin akan memperluas implementasi drone di lokasi lain dengan hambatan logistik serupa. Fokus pada sistem hybrid juga menegaskan bahwa peran pengantar manusia tetap vital dalam ekosistem pengiriman modern.