Krisis Pasokan: Meta Tunda Peluncuran Ray-Ban Display Global
- Istimewa
- Meta mengumumkan penundaan penjualan global Ray-Ban Display saat gelaran CES 2026.
- Rencana peluncuran awal 2026 di Inggris, Prancis, Italia, dan Kanada dibatalkan sementara.
- Tingginya permintaan dan keterbatasan pasokan menjadi alasan utama penundaan Ray-Ban Display.
- Meta kini fokus total untuk memenuhi pesanan yang sudah ada di Amerika Serikat.
Perusahaan teknologi raksasa, Meta, baru saja mengumumkan keputusan mengejutkan di tengah gelaran Consumer Electronics Show (CES) 2026. Meta resmi menunda rencana penjualan global untuk produk unggulannya, kacamata pintar Meta Ray-Ban Display. Pihak Mark Zuckerberg mengonfirmasi bahwa jadwal peluncuran awal 2026 di pasar utama seperti Inggris, Prancis, Italia, dan Kanada kini berhenti sementara. Keputusan penundaan Ray-Ban Display ini muncul karena permintaan pasar yang jauh melampaui ekspektasi.
Meta menjelaskan bahwa permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya telah menciptakan krisis pasokan. Akibatnya, daftar tunggu untuk perangkat seharga sekitar Rp13,4 juta ini dilaporkan mengular hingga jauh ke tahun 2026.
Mengapa Permintaan Ray-Ban Display Meledak?
Meta menyatakan pihaknya telah melihat minat yang luar biasa besar sejak produk ini diluncurkan pada musim gugur lalu. Mereka kini mengalihkan fokus operasional untuk memenuhi pesanan yang sudah ada di Amerika Serikat (AS). Selain itu, Meta juga mengevaluasi kembali strategi ketersediaan internasional mereka.
Kecanggihan Teknologi Augmented Reality
Ray-Ban Display pertama kali meluncur di AS pada 30 September 2025. Perangkat ini jauh lebih canggih dibandingkan varian Ray-Ban Meta yang sudah ada sebelumnya. Perangkat tersebut merupakan kacamata pintar berteknologi augmented reality (AR).
Perbedaan utama terletak pada tampilan layar warna tunggal yang tertanam pada lensa kanan. Fitur premium ini memisahkan Ray-Ban Display dari pesaing di pasar.
Fitur yang paling memicu lonjakan minat adalah "Meta Neural Band." Meta merancang gelang khusus yang dikenakan di pergelangan tangan pengguna. Gelang ini berfungsi untuk menerjemahkan aktivitas otot, memungkinkan pengguna mengontrol pengalaman AR secara lebih intuitif. Kecanggihan teknologi inilah yang disinyalir memicu permintaan masif sejak peluncuran September lalu.
Tantangan Distribusi dan Kondisi Pasar AS
Meta mengakui bahwa produk inovatif ini memang memiliki persediaan yang sangat terbatas sejak awal. Namun, kesuksesan penjualan yang melampaui ekspektasi justru menjadi bumerang bagi strategi distribusi global mereka. Berita penundaan Ray-Ban Display ini menjadi kabar pahit bagi konsumen di luar AS.