Elon Musk Khawatir Konsentrasi Kekuatan Google di Siri AI

Elon Musk Khawatir Konsentrasi Kekuatan Google di Siri AI
Sumber :
  • Istimewa

Resmi: Google Gemini Akan Mendukung Transformasi Besar Siri Apple
  • Elon Musk mengkritik keras aliansi terbaru Apple dan Google terkait integrasi Gemini.
  • Musk menilai integrasi Google Gemini ke Siri menciptakan konsentrasi kekuatan tak wajar bagi Google di pasar digital.
  • Kolaborasi ini menjadi tantangan serius bagi perusahaan AI pesaing, termasuk Grok milik xAI.

Kerjasama Apple Intelligence dan Google Gemini: Fakta Sebenarnya

CEO xAI, Elon Musk, baru saja menyuarakan kekhawatiran mendalamnya terkait kolaborasi raksasa antara Apple dan Google. Kemitraan ini bertujuan untuk mengintegrasikan platform AI generatif Google Gemini ke dalam versi Siri yang lebih personal. Musk secara terbuka menyoroti potensi bahaya dari apa yang ia sebut sebagai ‘konsentrasi kekuatan Google’ yang tidak wajar, mengingat dominasi mereka yang sudah meluas di ranah Android dan Chrome. Komentar Elon Musk ini secara langsung menargetkan pengumuman penting tentang Apple Intelligence yang akan datang, menekankan persaingan sengit di pasar kecerdasan buatan global.

Kritikan Keras Elon Musk Terhadap Konsentrasi Kekuatan Google

Apple Pakai Google Gemini untuk AI, Tapi Siri Tetap Milik Apple!

Musk tidak menahan diri dalam mengutarakan pandangannya. Dalam unggahan di platform X, ia menyatakan bahwa kerja sama antara Apple dan Google menimbulkan ketidakseimbangan pasar yang serius.

"Ini terlihat seperti konsentrasi kekuatan yang tidak masuk akal bagi Google," tulis Musk.

Ia secara eksplisit menyebutkan risiko monopoli data dan teknologi. Musk beralasan bahwa Google sudah menguasai sistem operasi Android dan browser Chrome. Integrasi Google Gemini ke sistem operasi Apple, melalui Siri, hanya akan semakin mengukuhkan posisi mereka di hampir setiap lini interaksi digital pengguna.

Latar Belakang Kepentingan xAI dan Grok

Sebagai CEO xAI, perusahaan yang mengembangkan Grok (pesaing langsung Gemini), kepentingan Musk dalam isu ini sangat jelas. Ia adalah pemain kunci dalam arena persaingan kecerdasan buatan. Musk merasa kemitraan strategis ini dapat menghambat persaingan sehat dan inovasi dari entitas yang lebih kecil.

Perlu dicatat, ini bukan kali pertama Musk berseteru dengan perusahaan teknologi besar. Tahun lalu, xAI diketahui telah mengajukan gugatan hukum terhadap Apple dan OpenAI, menuduh kedua perusahaan tersebut berkonspirasi untuk mempertahankan dominasi mereka di pasar AI generatif.

Halaman Selanjutnya
img_title