Apple Pakai Google Gemini untuk AI, Tapi Siri Tetap Milik Apple!
- Gizmochina
Gadget – Apple akhirnya mengonfirmasi kolaborasi strategis jangka panjang dengan Google dalam pengembangan Apple Intelligence, sistem kecerdasan buatan (AI) generasi berikutnya dari raksasa teknologi Cupertino. Pengumuman ini langsung memicu gelombang spekulasi di media sosial dari “Siri sekarang pakai Google” hingga “data pribadi dikirim ke server Alphabet.”
Namun, fakta sebenarnya jauh lebih teknis, terukur, dan tetap selaras dengan prinsip inti Apple: privasi, kontrol pengguna, dan integrasi ekosistem tertutup.
Artikel ini mengupas apa yang sebenarnya terjadi dalam kemitraan Apple-Google, mengapa Apple memilih Gemini, bagaimana data pengguna dilindungi, dan apa artinya bagi masa depan Siri serta Apple Intelligence.
Apa yang Sebenarnya Disepakati Apple dan Google?
Apple secara resmi mengungkap bahwa model dasar (foundation models) untuk Apple Intelligence di masa depan akan dilatih menggunakan arsitektur Google Gemini dan infrastruktur cloud Google Cloud. Namun, ini bukan berarti:
- Siri digantikan oleh Gemini
- iPhone menjalankan AI Google secara langsung
- Data pengguna dikirim ke Google
Sebaliknya, Apple melisensikan Gemini sebagai alat pembelajaran mirip seperti menggunakan buku teks terbaik di dunia untuk melatih siswa sendiri. Model AI Apple tetap dikembangkan secara internal, lalu diperkuat dengan wawasan dari pelatihan berbasis Gemini.
Menurut laporan industri, Apple membayar Google sekitar $1 miliar (sekitar Rp15 triliun) per tahun untuk akses eksklusif ke model dan infrastruktur tersebut angka besar, tapi masuk akal untuk percepatan pengembangan AI skala enterprise.
Mengapa Apple Memilih Google Gemini?
Sebelum menandatangani kesepakatan, Apple dikabarkan mengevaluasi berbagai opsi AI, termasuk model dari OpenAI (pembuat ChatGPT), Anthropic (Claude), dan bahkan pengembangan internal murni. Namun, tim Apple menyimpulkan bahwa Gemini saat ini menawarkan fondasi pelatihan paling komprehensif dan stabil untuk skala besar.
Keunggulan Gemini yang menjadi pertimbangan:
- Dukungan multimodal (teks, gambar, audio)
- Arsitektur modular yang fleksibel
- Performa unggul dalam tugas kompleks
- Infrastruktur cloud Google yang andal dan skalabel
Penting dicatat: Apple tidak menggunakan API publik Gemini. Mereka bekerja dengan versi khusus yang diintegrasikan langsung ke pipeline pelatihan internal Apple tanpa interaksi langsung dengan layanan Google yang tersedia untuk umum.
Privasi Tetap Jadi Prioritas: Tidak Ada Data Pengguna ke Google
Salah satu kekhawatiran utama pengguna adalah apakah percakapan dengan Siri atau aktivitas di iPhone kini akan “bocor” ke Google. Jawabannya tegas: tidak.
Apple menegaskan bahwa:
- Semua pemrosesan AI tetap terjadi di perangkat (on-device) atau di Private Cloud Compute (PCC) server milik Apple yang dirancang khusus untuk menjaga anonimitas data.
- Tidak ada data pengguna yang dikirim ke Google, bahkan selama pelatihan model.
- Model yang dilatih dengan Gemini tidak menyimpan jejak data asli pengguna Apple.
Google juga mengonfirmasi hal serupa: “Kolaborasi ini bersifat teknis dan infrastruktural. Kami tidak memiliki akses ke data pengguna Apple.”
Ini sejalan dengan filosofi Apple selama bertahun-tahun: AI yang cerdas, tapi tidak mengorbankan privasi.
Perbandingan dengan Masa Lalu: Seperti Google Maps vs Apple Maps
Analogi yang paling tepat untuk memahami kemitraan ini adalah ketergantungan awal Apple pada Google Maps.
Dulu, iOS menggunakan Google Maps sebagai layanan bawaan bukan karena Apple ingin bergantung selamanya, tapi karena mereka butuh waktu untuk membangun solusi sendiri. Setelah Apple Maps matang, Apple beralih sepenuhnya ke platform internal.
Demikian pula dengan AI:
- Fase 2024–2027: Apple mempercepat pengembangan dengan bantuan Gemini.
- Mulai 2027: Apple berencana meluncurkan model AI internal berparameter triliunan, yang sepenuhnya independen.
- Setelah 2027: Gemini mungkin tetap dipakai sebagai benchmark atau alat validasi bukan sebagai fondasi utama.
Artinya, kolaborasi ini bersifat sementara dan strategis, bukan pengakuan kekalahan teknologi.
Apa Artinya bagi Pengguna iPhone dan iPad?
Bagi pengguna biasa, tidak ada perubahan yang terlihat.
- Siri tetap berjalan di atas Apple Foundation Models.
- Antarmuka Apple Intelligence tetap sama: responsif, kontekstual, dan terintegrasi dengan aplikasi Apple.
- Tidak ada logo Google, tidak ada akun Google yang dibutuhkan, dan tidak ada iklan tambahan.
Satu-satunya perbedaan mungkin terasa dalam peningkatan kualitas respons AI: lebih akurat, lebih cepat memahami konteks, dan lebih baik dalam menangani permintaan kompleks seperti merangkum email, membuat draf pesan, atau menganalisis dokumen.
Namun, semua itu tetap terjadi di balik layar, tanpa mengganggu pengalaman pengguna yang sudah Apple desain dengan cermat.
Respons Komunitas dan Analis Teknologi
Reaksi awal di media sosial memang panas terutama dari penggemar fanatik yang khawatir Apple “menjual jiwa” ke Google. Namun, analis teknologi seperti Ben Thompson (Stratechery) dan Mark Gurman (Bloomberg) menilai langkah ini sebagai keputusan pragmatis.
“Apple tidak bisa menunggu 3 tahun lagi untuk bersaing di era AI. Mereka butuh percepatan dan Gemini adalah jalan pintas paling aman tanpa mengorbankan privasi,” tulis Gurman.
Sementara itu, pendukung privasi seperti Electronic Frontier Foundation (EFF) menyatakan bahwa selama tidak ada aliran data ke pihak ketiga, kolaborasi semacam ini masih dapat diterima.
Kesimpulan: Kolaborasi Cerdas, Bukan Kompromi Prinsip
Apple tidak sedang “menyerahkan” AI-nya ke Google. Yang terjadi justru sebaliknya: Apple memanfaatkan aset terbaik di industri untuk memperkuat visi internalnya sendiri.
Dengan memilih Gemini sebagai fondasi pelatihan bukan sebagai mesin inferensi langsung Apple menjaga kendali penuh atas:
- Arsitektur model
- Alur data
- Pengalaman pengguna
- Reputasi privasi
Bagi pengguna, ini kabar baik: Anda tetap mendapatkan AI yang lebih pintar, tanpa harus khawatir tentang siapa yang mengintip data Anda.
Dan jika sejarah berulang, dalam beberapa tahun ke depan, Apple akan kembali berdiri sendiri dengan model AI-nya sendiri yang mungkin justru lebih unggul dari Gemini.
Karena pada akhirnya, Apple tak pernah ingin menjadi yang pertama. Mereka hanya ingin menjadi yang terbaik dan paling aman.
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |