Alarm Reset Password Instagram: Meta Bantah Kebocoran Data Sensitif

Alarm Reset Password Instagram: Meta Bantah Kebocoran Data Sensitif
Sumber :
  • Istimewa

Lenovo Idea Tab Mulai Terima Android 16: Peningkatan Produktivitas Besar
  • Meta mengakui adanya gangguan sistem atau bug teknis yang memicu email permintaan reset password massal.
  • Perusahaan menolak keras klaim kebocoran data sensitif 17,5 juta akun yang sebelumnya dilaporkan oleh Malwarebytes.
  • Pengguna harus waspada, segera menghapus email mencurigakan, dan mengaktifkan Otentikasi Dua Faktor (2FA) demi meningkatkan Keamanan Akun Instagram.

Daftar Spesifikasi OPPO A6t Series: Baterai Monster dan Rilis 30 Januari

Fenomena email permintaan pengaturan ulang kata sandi (reset password) yang tiba-tiba membanjiri kotak masuk pengguna Instagram telah memicu kekhawatiran serius. Jutaan pengguna menduga terjadi pelanggaran masif terhadap Keamanan Akun Instagram mereka. Menanggapi keresahan publik, Meta akhirnya memberikan klarifikasi resmi. Melalui unggahan di platform X, Meta menegaskan bahwa pesan reset password Instagram tersebut bukan merupakan indikasi kebocoran data. Perusahaan menyebut insiden ini terjadi akibat adanya kesalahan teknis atau bug pada sistem internal.

Klarifikasi Resmi Meta: Gangguan Sistem, Bukan Kebocoran Data

Google Pangkas Peringkat Berita Prediksi Sensasional

Meta menjelaskan bahwa gangguan teknis tersebut memungkinkan pihak eksternal memicu pengiriman email reset password ke akun pengguna, meskipun pemilik akun tidak pernah meminta hal itu. Perusahaan memastikan bahwa mereka telah memperbaiki masalah sistem ini sepenuhnya. Laporan resmi pada Selasa (13/1/2026) menegaskan tidak ada indikasi peretasan maupun pelanggaran keamanan data.

“Kami telah memperbaiki masalah tersebut. Pengguna dapat sepenuhnya mengabaikan email-email yang tidak diminta. Kami meminta maaf atas kebingungan yang terjadi,” tulis Instagram dalam pernyataan resminya.

Penjelasan ini secara langsung membantah laporan mendesak yang dikeluarkan oleh perusahaan keamanan siber ternama. Insiden ini menuntut setiap pengguna untuk mengambil langkah perlindungan ekstra.

Bantahan Klaim Malwarebytes

Pernyataan Meta muncul setelah adanya laporan yang menyebutkan Instagram mengalami kebocoran data besar. Sebelumnya, Malwarebytes mengklaim bahwa data sensitif milik 17,5 juta pengguna Instagram telah diperjualbelikan di dark web. Informasi yang diduga bocor mencakup nama pengguna, alamat email, nomor telepon, bahkan alamat fisik.

Meta menolak keras laporan tersebut. Mereka menegaskan tidak ada pelanggaran keamanan yang terjadi pada sistem internal. Meta menjamin seluruh data dan akun pengguna tetap aman. Walaupun demikian, Meta tidak memberikan detail teknis mengenai penyebab spesifik bug yang memungkinkan pihak luar memicu permintaan reset password.

Halaman Selanjutnya
img_title