Strategi Baru Xiaomi: Segera Rilis Mobil Listrik EREV?
- Istimewa
- Xiaomi Auto tengah mempertimbangkan secara terbuka untuk mengembangkan model Kendaraan Listrik Jarak Diperpanjang (EREV), mengikuti jejak kesuksesan Xiaomi SU7 dan Xiaomi YU7.
- Pan Jiutang, salah satu mitra di Departemen Investasi Industri Xiaomi, mengonfirmasi bahwa perusahaan akan "belajar dari Li Auto," pemimpin pasar EREV saat ini.
- Bocoran internal mengindikasikan bahwa dua SUV EREV (dengan kode nama Kunlun) direncanakan akan tiba di pasar pada akhir tahun 2026.
Xiaomi telah bertransformasi. Mereka tidak lagi hanya dikenal sebagai produsen ponsel pintar. Kini, perusahaan teknologi raksasa ini menjadi kekuatan yang diperhitungkan di sektor otomotif. Menyusul kesuksesan luar biasa sedan SU7, serta perilisan crossover mewah YU7, Mobil Listrik Xiaomi kini mengalihkan fokusnya pada evolusi berikutnya: Kendaraan Listrik dengan Range Extender (EREV).
Keputusan strategis ini datang langsung dari Pan Jiutang, mitra kunci di Departemen Investasi Industri Xiaomi. Langkah ini memicu diskusi menarik tentang masa depan lini produk merek tersebut. Xiaomi menunjukkan pertumbuhan sangat pesat di pasar EV. Mereka sekarang siap melakukan transisi ke teknologi yang sebelumnya tidak diminati, sambil mengambil pelajaran langsung dari para pesaingnya.
Strategi Inovasi Xiaomi: Mengapa Memilih EREV?
Pan Jiutang memberikan pandangan jujur tentang perubahan industri ini. Dia mengatakan bahwa banyak pabrikan Tiongkok gagal hanya dengan meniru Tesla. Xiaomi, sebaliknya, mengambil rute unik melalui inovasi cerdas pada Xiaomi SU7. Meskipun demikian, pasar EREV menawarkan solusi yang tidak dapat diabaikan.
Penggunaan EREV bertujuan untuk mengatasi "kecemasan jarak tempuh" (range anxiety). Kecemasan ini masih menghantui banyak konsumen, bahkan meskipun sistem pengisian daya cepat 800V milik Xiaomi sudah canggih.
Benchmarking Terbuka terhadap Li Auto
Keputusan Xiaomi untuk memasuki pasar EREV menunjukkan pragmatisme tinggi. Jika mereka memilih pasar EREV, mereka secara terbuka menyatakan akan "mengukur diri terhadap pemimpin pasar saat ini, Li Auto." Sikap transparan ini cukup menyegarkan.
Biasanya, raksasa teknologi sangat tertutup mengenai proses penentuan tolok ukur mereka. Namun, Xiaomi justru merangkul mentalitas "imitasi sebagai proses belajar." Pan Jiutang sendiri mencontohkan bagaimana raksasa seperti Apple dan Google juga memiliki sejarah meniru teknologi sukses untuk memperkuat ekosistem mereka.