Strategi Baru Xiaomi: Segera Rilis Mobil Listrik EREV?

Strategi Baru Xiaomi: Segera Rilis Mobil Listrik EREV?
Sumber :
  • Istimewa

iPhone 17 Kuasai China: Jual Lebih Banyak dari Rival Gabungan
  • Xiaomi Auto tengah mempertimbangkan secara terbuka untuk mengembangkan model Kendaraan Listrik Jarak Diperpanjang (EREV), mengikuti jejak kesuksesan Xiaomi SU7 dan Xiaomi YU7.
  • Pan Jiutang, salah satu mitra di Departemen Investasi Industri Xiaomi, mengonfirmasi bahwa perusahaan akan "belajar dari Li Auto," pemimpin pasar EREV saat ini.
  • Bocoran internal mengindikasikan bahwa dua SUV EREV (dengan kode nama Kunlun) direncanakan akan tiba di pasar pada akhir tahun 2026.

Spesifikasi Redmi Turbo 5 Max Bocor: Baterai 9000mAh dan 100W

Xiaomi telah bertransformasi. Mereka tidak lagi hanya dikenal sebagai produsen ponsel pintar. Kini, perusahaan teknologi raksasa ini menjadi kekuatan yang diperhitungkan di sektor otomotif. Menyusul kesuksesan luar biasa sedan SU7, serta perilisan crossover mewah YU7, Mobil Listrik Xiaomi kini mengalihkan fokusnya pada evolusi berikutnya: Kendaraan Listrik dengan Range Extender (EREV).

Keputusan strategis ini datang langsung dari Pan Jiutang, mitra kunci di Departemen Investasi Industri Xiaomi. Langkah ini memicu diskusi menarik tentang masa depan lini produk merek tersebut. Xiaomi menunjukkan pertumbuhan sangat pesat di pasar EV. Mereka sekarang siap melakukan transisi ke teknologi yang sebelumnya tidak diminati, sambil mengambil pelajaran langsung dari para pesaingnya.

Redmi Pad 2 Pro: Tablet 12.000 mAh, Baterai Lebih Besar? Ini 7 Faktanya!

Strategi Inovasi Xiaomi: Mengapa Memilih EREV?

Pan Jiutang memberikan pandangan jujur tentang perubahan industri ini. Dia mengatakan bahwa banyak pabrikan Tiongkok gagal hanya dengan meniru Tesla. Xiaomi, sebaliknya, mengambil rute unik melalui inovasi cerdas pada Xiaomi SU7. Meskipun demikian, pasar EREV menawarkan solusi yang tidak dapat diabaikan.

Penggunaan EREV bertujuan untuk mengatasi "kecemasan jarak tempuh" (range anxiety). Kecemasan ini masih menghantui banyak konsumen, bahkan meskipun sistem pengisian daya cepat 800V milik Xiaomi sudah canggih.

Benchmarking Terbuka terhadap Li Auto

Keputusan Xiaomi untuk memasuki pasar EREV menunjukkan pragmatisme tinggi. Jika mereka memilih pasar EREV, mereka secara terbuka menyatakan akan "mengukur diri terhadap pemimpin pasar saat ini, Li Auto." Sikap transparan ini cukup menyegarkan.

Biasanya, raksasa teknologi sangat tertutup mengenai proses penentuan tolok ukur mereka. Namun, Xiaomi justru merangkul mentalitas "imitasi sebagai proses belajar." Pan Jiutang sendiri mencontohkan bagaimana raksasa seperti Apple dan Google juga memiliki sejarah meniru teknologi sukses untuk memperkuat ekosistem mereka.

Kekuatan Integrasi: Sukses SU7 dan YU7

Keberhasilan Xiaomi SU7 memang signifikan. Namun, kehadiran Xiaomi YU7 jauh lebih penting. YU7 menandai terjunnya Xiaomi ke kategori crossover sekaligus pasar mewah. Model ini telah membuktikan Xiaomi sebagai kekuatan baru yang harus diperhitungkan.

Banyak merek lain kini berjuang keras membongkar YU7. Mereka ingin tahu bagaimana Xiaomi berhasil mengintegrasikan HyperOS secara mendalam ke dalam kendaraan. Semangat "Ultra" yang terlihat pada seri Redmi K kini ditransfer ke mobil mereka. Pengaruh dari platform canggih seperti Snapdragon 8 Elite membentuk masa depan kokpit pintar (smart cockpits) di kendaraan Xiaomi.

Saat ini, YU7 memang baru tersedia di pasar Tiongkok. Meskipun demikian, teknologi di balik jaringan global Xiaomi HyperConnect didasarkan pada pengembangan produk ini.

Proyek Kunlun: Peta Jalan Xiaomi Auto Menuju 2026

Berdasarkan pernyataan Pan dan bocoran internal, "gelombang berikutnya" dari Xiaomi Auto adalah melampaui kendaraan listrik berbasis baterai murni (BEV). Ini berarti fokus pada Xiaomi EREV.

Kami memprediksi bahwa pada tahun 2026, kita akan melihat SUV flagship 7-penumpang yang dilengkapi dengan mesin range-extending. Laporan menyebutkan bahwa dua SUV EREV tersebut dikembangkan di bawah kode nama "Kunlun." Model ini akan secara efektif menghilangkan kekhawatiran jarak tempuh konsumen.

Sinkronisasi HyperConnect Masa Depan

Kami mengantisipasi bahwa model EREV baru akan datang dengan integrasi yang lebih erat dengan Xiaomi HyperConnect. Sinkronisasi data akan semakin ketat. Contohnya, perangkat Anda seperti Xiaomi Band 9 atau XRING O1 akan dapat menyinkronkan data dengan sistem iklim dan pengaturan tempat duduk di dalam mobil. Hal ini menegaskan filosofi ekosistem Xiaomi yang terintegrasi penuh.

Dampak Strategi Xiaomi EREV di Pasar Global

Keputusan Xiaomi untuk mempertimbangkan Range Extender (EREV) menunjukkan adaptabilitas yang cepat terhadap permintaan pasar lokal Tiongkok yang masih mencemaskan infrastruktur pengisian daya. Mereka menunjukkan pemahaman matang. Mereka tidak hanya menjual mobil, tetapi juga menjual solusi ekosistem.

Meskipun model EREV ini kemungkinan akan fokus pada pasar Tiongkok dahulu, inovasi otomotif Xiaomi sering menjadi penentu bagi ekspor teknologi global di masa depan. Sama seperti logika seri Redmi K (yang menjadi seri POCO atau T di pasar internasional), kesuksesan strategis EREV ini akan membentuk cara HyperOS dan HyperConnect diintegrasikan ke dalam kendaraan global. Xiaomi membuktikan bahwa mereka siap bersaing dengan pemimpin pasar mana pun, menggunakan strategi belajar dan beradaptasi.