Pembaruan 7 Tahun Xiaomi: Mampukah Baterai Fisik Bertahan?

Pembaruan 7 Tahun Xiaomi: Mampukah Baterai Fisik Bertahan?
Sumber :
  • Istimewa

Lenovo Idea Tab Mulai Terima Android 16: Peningkatan Produktivitas Besar
  • Xiaomi menyamai Google dan Samsung dengan janji pembaruan perangkat lunak 7 tahun.
  • Baterai Li-ion secara fisik tidak mungkin mempertahankan performa optimal selama 7 tahun tanpa penggantian.
  • Teknologi Anoda Silikon-Karbon (Si/C) dan Chip Surge G1 berperan menunda degradasi baterai.

Daftar Spesifikasi OPPO A6t Series: Baterai Monster dan Rilis 30 Januari

Xiaomi, melalui seri flagship terbarunya (seperti Xiaomi 15 dan Xiaomi 14T Pro), kini bergabung dengan jajaran elite seperti Google dan Samsung. Mereka menawarkan komitmen pembaruan 7 tahun Xiaomi untuk perangkat lunak dan keamanan. Janji ini memastikan sistem operasi revolusioner seperti HyperOS akan tetap responsif hingga tahun 2031. Namun, pakar industri segera menyoroti gajah besar di ruangan ini: bagaimana dengan baterai? Realitas termodinamika menunjukkan bahwa komponen kimia seperti baterai lithium-ion tidak dirancang untuk bertahan dalam penggunaan harian selama periode yang sangat panjang tersebut.

Menilik Realitas Fisik Degradasi Baterai Li-ion

Google Pangkas Peringkat Berita Prediksi Sensasional

Faktanya, jawaban sederhana terhadap pertanyaan apakah baterai smartphone dapat bertahan 7 tahun adalah "tidak"—setidaknya dalam hal performa optimal. Setiap kali pengguna mengisi ulang daya, proses kimiawi yang disebut penebalan lapisan Solid Electrolyte Interface (SEI) terjadi. Penebalan ini menghambat pergerakan ion lithium. Secara bertahap, ini mengurangi kapasitas total baterai.

Hukum termodinamika ini berlaku universal. Sebagian besar baterai konvensional menunjukkan degradasi substansial setelah mencapai sekitar 800 siklus pengisian daya. Jumlah siklus tersebut setara dengan kira-kira dua tahun penggunaan normal. Oleh karena itu, penggantian baterai setidaknya satu kali akan menjadi kebutuhan mutlak bagi pengguna yang ingin mencapai garis akhir 7 tahun.

Kenaikan Standar: Teknologi Anoda Silikon-Karbon Xiaomi

Meskipun fisika tidak bisa dihindari, Xiaomi berupaya keras melawannya. Dalam model terbaru mereka, perusahaan ini menggunakan material anoda Silikon-Karbon (Si/C). Teknologi inovatif ini memungkinkan kepadatan energi yang jauh lebih tinggi. Baterai 6000mAh, misalnya, kini dapat muat di ruang yang sebelumnya hanya cukup untuk 5000mAh.

Xiaomi mengklaim sel baru ini mampu mempertahankan 80% kapasitas aslinya setelah 1.600 siklus pengisian. Bagi pengguna rata-rata, capaian ini secara efektif memperpanjang masa "muda" baterai hingga sekitar 4,4 tahun. Walaupun demikian, pengguna ringan mungkin bisa mendekati batas 7 tahun. Pengguna berat, terutama para gamer, tentu akan mengalami degradasi lebih cepat.

Halaman Selanjutnya
img_title