Lonjakan 9,6%: Pengiriman PC Q4 2025 Tembus 76,4 Juta Unit
- Istimewa
- Pengiriman PC mengalami pertumbuhan tahunan (YoY) sebesar 9,6% pada kuartal keempat tahun 2025.
- Total unit yang dikirim mencapai 76,4 juta unit, didorong oleh dua faktor utama.
- Pemicu utama lonjakan adalah berakhirnya dukungan sistem operasi Windows 10.
- Produsen secara agresif menimbun inventaris memori (RAM/NAND) untuk menghindari kenaikan harga 2026.
Laporan terbaru dari International Data Corporation (IDC) mengungkap data mengejutkan terkait aktivitas pasar perangkat keras. IDC mencatat Pengiriman PC Q4 2025 melonjak tajam. Angka pertumbuhan tahunan mencapai 9,6%, dengan total pengiriman sebanyak 76,4 juta unit. Lonjakan ini terjadi di tengah ancaman kekurangan memori global dan antisipasi kenaikan harga signifikan. Dua katalis utama mendorong kinerja luar biasa ini: transisi akibat berakhirnya dukungan Windows 10 dan manuver strategis pabrikan PC yang khawatir dengan krisis RAM. Mereka bergerak cepat mengamankan stok memori sebelum tarif melonjak.
Mengapa Pengiriman PC Melonjak Signifikan?
Pertumbuhan penjualan PC yang mendekati dua digit ini tidak hanya didorong oleh musim liburan akhir tahun. IDC menegaskan bahwa tekanan pasar menjadi faktor penentu utama. Krisis memori yang muncul memaksa pembeli dan merek PC bertindak proaktif. Mereka berupaya mengamankan inventaris menjelang proyeksi kenaikan harga pada tahun 2026. Produsen PC besar, termasuk Lenovo dan HP, telah secara agresif menarik inventaris mereka ke depan.
Strategi Agresif Produsen Menghadapi Kenaikan Tarif
Keputusan produsen menimbun stok adalah reaksi langsung terhadap kondisi pasar yang fluktuatif. Mereka mengambil langkah ini demi memitigasi kenaikan tarif yang diprediksi terjadi akibat krisis RAM global.
“Walaupun musim liburan biasanya mendorong permintaan yang kuat, lonjakan pada akhir 2025 diperkuat oleh kekurangan memori,” jelas IDC, dikutip dari pernyataan resminya. Kekurangan ini meningkatkan urgensi. Para produsen kini harus menyimpan persediaan yang cukup untuk beberapa bulan ke depan.
Dampak Krisis RAM dan Ancaman Kenaikan Harga 2026
Harga RAM dan NAND/SSD menunjukkan lonjakan drastis selama beberapa bulan terakhir. Permintaan pusat data kecerdasan buatan (AI) secara signifikan menciptakan kekurangan pasokan ini. Fenomena ini menciptakan tekanan biaya pada produsen PC yang semakin besar.
Penimbunan Memori Lenovo dan HP
Produsen PC utama seperti Lenovo dan HP memang sudah menimbun memori dalam jumlah besar. Akan tetapi, stok tersebut diprediksi akan habis dalam beberapa bulan mendatang. Situasi ini tentu saja memicu kekhawatiran serius.
Jean Philippe Bouchard, VP Research IDC, memperingatkan mengenai volatilitas pasar. Menurutnya, dampak langsungnya adalah kenaikan harga PC yang sudah diumumkan produsen tertentu. Di samping itu, kita mungkin juga menyaksikan perubahan konfigurasi. Produsen bisa saja menurunkan spesifikasi memori PC rata-rata untuk menghemat sisa inventaris memori. Tahun 2026 dipastikan menjadi tahun yang sangat fluktuatif.
Prediksi Harga Jual Rata-Rata PC di Tahun 2026
IDC secara definitif memprediksi adanya kenaikan harga jual rata-rata (ASP) PC sepanjang tahun 2026. Kenaikan biaya memori menjadi pemicu utamanya. Menanggapi situasi ini, pengembang PC kemungkinan akan mengalihkan prioritas produksi. Mereka diprediksi beralih fokus pada sistem kelas menengah (mid-range) dan premium. Strategi ini mereka lakukan untuk menyeimbangkan biaya memori yang semakin tinggi. Fokus terhadap segmen premium diharapkan mampu menutupi marjin yang tergerus akibat krisis komponen.