Tarif AS Bikin Google Ganti Strategi: Pixel Kini Diproduksi di India

Tarif AS Bikin Google Ganti Strategi: Pixel Kini Diproduksi di India
Sumber :
  • Google

Gadget – Dalam langkah strategis yang bisa mengubah wajah rantai pasok global, Google dikabarkan tengah mempertimbangkan pemindahan sebagian besar produksi smartphone Pixel dari Vietnam ke India khususnya untuk memenuhi permintaan pasar Amerika Serikat. Langkah ini bukan sekadar soal efisiensi biaya, melainkan respons langsung terhadap perubahan kebijakan tarif impor AS yang semakin ketat terhadap negara-negara Asia.

Samsung Galaxy S26 Plus vs Pixel 10 Pro XL, Duel Flagship Android 2026 yang Paling Dinanti

Menurut laporan The Economic Times, raksasa teknologi itu kini aktif berdiskusi dengan mitra manufaktur lokal India seperti Dixon Technologies dan Foxconn untuk memperluas kapasitas produksi Pixel di wilayah tersebut. Jika rencana ini terealisasi, India akan naik status menjadi pusat manufaktur utama Google untuk pasar global, bukan hanya sebagai basis produksi domestik.

Artikel ini mengupas alasan geopolitik dan ekonomi di balik pergeseran ini, potensi dampaknya terhadap harga dan ketersediaan Pixel, serta bagaimana Google berusaha memperkuat lokalitas komponen di India guna mengamankan masa depan produksinya.

Tensor G6 Disiapkan Lebih Irit Daya, Google Belajar dari Dimensity 9500

Latar Belakang: Dari China ke Vietnam, Kini ke India

Sejak beberapa tahun terakhir, Google seperti banyak perusahaan teknologi lain telah secara bertahap mengurangi ketergantungan pada manufaktur di China akibat ketegangan perdagangan AS-China. Langkah awal membawa produksi Pixel ke Vietnam dan India, dengan Vietnam menjadi basis utama untuk ekspor global, sementara India fokus pada pasar domestik.

Spesifikasi Google Pixel 10a Mulai Terungkap, Tensor G4 Disebut Masih Dipertahankan

Namun, situasi berubah drastis pada 2025. Pemerintah AS mulai meninjau ulang tarif impor terhadap produk asal Vietnam, yang sebelumnya dinikmati sebagai “rute alternatif” dari China. Setelah masa penundaan 90 hari berakhir, barang elektronik asal Vietnam berpotensi dikenai tarif hingga 46% jauh lebih tinggi dibanding tarif sekitar 26% untuk produk asal India.

Sementara itu, meski smartphone asal China masih dikecualikan sementara dari tarif ekstrem (yang bisa mencapai 145%), Google tetap ingin menghindari risiko jangka panjang. India muncul sebagai solusi paling stabil: biaya tenaga kerja kompetitif, insentif pemerintah untuk manufaktur elektronik, dan hubungan perdagangan yang relatif aman dengan AS.

Mengapa India? Bukan Hanya Soal Tarif

Meski tarif impor AS menjadi pemicu utama, keputusan Google juga didorong oleh strategi jangka panjang untuk diversifikasi dan ketahanan rantai pasok.

Halaman Selanjutnya
img_title