Xiaomi Mundur? XRING 02 Pakai Chip Lama, Tak Masuk HP Flagship!
- wccftech
Gadget – Xiaomi memang telah memasuki arena pembuatan chipset sendiri dengan ambisi besar. Namun, peluncuran XRING 02, penerus dari XRING 01, justru menunjukkan bahwa perusahaan asal Tiongkok ini tidak berniat langsung menantang raksasa seperti Qualcomm dan MediaTek di segmen flagship. Alih-alih mengejar performa puncak, Xiaomi tampaknya memilih strategi realistis berbasis biaya, pasokan, dan ekspansi ekosistem meski harus “tertinggal” satu generasi dalam teknologi fabrikasi chip.
Menurut laporan terbaru, XRING 02 akan dibangun di atas node 3nm N3P dari TSMC, bukan node 2nm terbaru yang akan digunakan Apple, Qualcomm, dan MediaTek pada chipset flagship mereka di paruh kedua 2025. Keputusan ini secara efektif mengeliminasi kemungkinan XRING 02 muncul di smartphone premium Xiaomi, seperti seri Xiaomi 15 Ultra atau Mix Fold masa depan.
Lalu, mengapa Xiaomi memilih langkah ini? Dan apakah XRING 02 benar-benar “gagal”, atau justru bagian dari rencana jangka panjang yang lebih cerdas?
Artikel ini mengupas tuntas latar belakang teknis, tekanan biaya produksi, strategi bisnis Xiaomi, serta potensi penggunaan XRING 02 di luar smartphone termasuk di industri otomotif.
Mengapa XRING 02 Tetap Pakai Proses 3nm, Bukan 2nm?
1. Biaya Fabrikasi 2nm Terlalu Tinggi
TSMC memang memimpin dalam teknologi semikonduktor, tetapi node 2nm N2P-nya datang dengan harga premium. Menurut sumber industri, biaya per wafer untuk 2nm bisa 40–50% lebih mahal dibanding 3nm N3P. Bagi perusahaan seperti Xiaomi yang juga harus menjual jutaan unit smartphone kenaikan biaya ini berdampak langsung pada harga jual akhir.
2. Krisis Harga Komponen: DRAM & NAND Flash Melonjak Tajam
Xiaomi sedang menghadapi tekanan biaya dari semua sisi. Menurut data Omdia:
- Harga mobile DRAM naik >70%
- Harga NAND flash melonjak >100%
- Total Bill of Materials (BoM) smartphone naik >25%
Presiden Xiaomi bahkan telah mengonfirmasi bahwa kenaikan ini memaksa perusahaan menaikkan harga Redmi K90. Dalam kondisi seperti ini, menggunakan chip 2nm yang jauh lebih mahal akan membuat flagship Xiaomi tidak kompetitif di pasar.